- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Langenan Ban Kecepak Jadi Ajang Edukasi Sembari Berebut Kambing
Keterangan Gambar: Peserta mengikuti Even tahunan Langenan Ban untuk memeriahkan gebyar Syawalan di Sungai Kecepak, Kabupaten Batang, Senin (23/3/2026). Dok. Diskominfo Batang
Batang, Infojateng.id – Even tahunan Langenan Ban yang digelar khusus untuk memeriahkan gebyar Syawalan di Sungai Kecepak kembali digelar, oleh ratusan warga setempat.
Uniknya,
tahun ini 300 peserta berkesempatan memperebutkan hadiah dua ekor kambing
hingga ragam hadiah hiburan bagi yang berhasil mencapai garis finis di tengah
teriknya matahari.
Panitia
Langenan Ban, Muhammad Nasrul Fajar bersama para donatur menyiapkan beragam
hadiah dari mulai uang tunai jutaan rupiah, hadiah elektronik hingga hadiah
utama berupa dua ekor kambing.
Ia
mengapresiasi karena dari tahun ke tahun ada peningkatan hadiah, termasuk dari
para donatur yang mudik menyumbangkan beragam hadiah untuk peserta.
“Selain
untuk memeriahkan even Syawalan, Langenan Ban juga menjadi media edukasi
anak-anak agar menjaga lingkungan sungai Kecepak yang menjadi aliran irigasi.
Peserta antara 250 sampai 300 orang baik lokal anak sampai dewasa, bahkan
mereka yang mudik pun ikut berpartisipasi,” kata Nasrul saat ditemui di Sungai
Kecepak, Kabupaten Batang, Senin (23/3/2026).
Tidak
hanya sebagai sarana hiburan semata, namun edukasi agar generasi sejak dini
ikut menjaga kebersihan sungai Kecepak.
“Kami
selalu mengajak anak-anak untuk menjaga lingkungan hidup, dengan tidak buang
sampah di sungai,” tegasnya.
Dari
sisi perekonomian pun, berdampak positif bagi pelaku UMKM setempat yang turut
meraub untung dengan menjadi penjual makanan ringan maupun mainan tempo dulu.
“Yang
jelas banyak pedagang dadakan yang ikut mendulang cuan, kita sama-sama
menghidupkan potensi wisata air sekaligus pengungkit ekonomi lokal,” jelasnya.
Salah
satu warga Kecepak, yang tiga tahun mencari nafkah di Tangerang, Nisa bersama
sang suami Rifa'i mengaku senang dan bangga karena kampung halamannya kini
makin dikenal.
Ia
sangat diuntungkan dengan digelar even tahunan Langenan Ban ini, karena makin
banyak saudara dari Tangerang yang ikut berpartisipasi.
“Tahun
lalu ikut Langenan Ban alhamdulillah dapat kipas angin, tahun ini mau ikut
lagi, biar dapat hadiah kambing,” harapnya.
Sementara
itu, salah satu peserta, Kaka bersama teman sebayanya, juga menjadikan even
tahunan ini sebagai langganan untuk menyalurkan hobinya bermain air.
Terlebih
setelah tahun lalu menjadi juara ketiga dengan hadiah uang tunai, maka tahun
ini pun makin bersemangat demi meraih hadiah utama yakni dua ekor kambing. (eko/redaksi)
“Tahun
kemarin dapat hadiah uang Rp150 ribu juara tiga, tahun ini ikut lagi biar juara
satu terus dapat kambingnya, buat disate,” kata dia.











