- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Move Nusantara Bagikan Ribuan Bibit Kopi ke Petani Borobudur
Keterangan Gambar: Perwakilan Yayasan Move Nusantara, Dewi Madayanti di sela penyerahan bibit kopi di Padepokan Diponegaran, Desa Wringin Putih, Kecamatan Borobudur. Dok. Jatengprov.go.id
Mungkid, infojateng.id - Ribuan bibit kopi diserahkan kepada masyarakat di kawasan Borobudur sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi sekaligus pelestarian lingkungan berbasis agroforestry, Senin (6/4/2026).
Bibit tersebut disalurkan melalui
Padepokan Diponegaran dan Agroforestry Kopi Lestari.
Perwakilan Yayasan Move Nusantara,
Dewi Madayanti, menjelaskan bibit yang dibagikan berasal dari sejumlah kawasan
pegunungan yang memiliki nilai historis dan simbolis.
“Sebanyak 1.025 bibit kopi robusta
berasal dari Gunung Welirang, dan 3.150 bibit arabika dari Gunung Semeru. Kami
berharap tanah dan bibit dari gunung-gunung ini dapat disatukan di Borobudur
sebagai simbol persatuan Nusantara,” ujarnya di sela penyerahan di Padepokan
Diponegaran, Desa Wringin Putih, Kecamatan Borobudur.
Menurutnya, program ini tidak hanya
bertujuan memberikan dampak ekonomi, tetapi juga membawa nilai keberlanjutan
lingkungan serta harmoni sosial.
Sementara itu, perwakilan Padepokan
Diponegaran, KRT Dipoyudo Raharjo Wibowo, menyampaikan bibit kopi tersebut akan
disalurkan kepada petani milenial di kawasan Borobudur, termasuk di Desa
Ngadiharjo, lereng Perbukitan Menoreh.
“Bibit ini akan kami bagikan kepada
masyarakat agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik. Dari hasil kopi
diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan, seperti menyekolahkan anak,
membangun rumah, hingga menciptakan usaha,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil panen kopi
nantinya tidak hanya dijual dalam bentuk biji kopi, tetapi juga akan
dikembangkan menjadi produk turunan, seperti wine kopi.
Dipilihnya komoditas kopi bukan
tanpa alasan. Menurutnya, tanaman kopi memiliki daya tahan tinggi dan dapat
produktif dalam jangka panjang.
“Kalau kopi dirawat dengan baik,
tidak perlu sering ditanam ulang. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk
generasi berikutnya,” imbuhnya.
Program ini juga menyasar
masyarakat sekitar Borobudur, dengan rencana distribusi tambahan sekitar 300
hingga 400 bibit bagi warga setempat.
Di sisi lain, Founder Agroforestry
Kopi Lestari, Shalahuddin, menjelaskan program ini merupakan kelanjutan dari
inisiatif pengembangan lahan tidak produktif di kawasan Menoreh sejak dua tahun
terakhir.
“Kami menemukan banyak lahan yang
belum produktif, dan kopi menjadi solusi karena memiliki nilai ekonomi yang
jelas serta diminati masyarakat,” ungkapnya.
Ia menyebut sebelumnya pihaknya
telah menanam ribuan bibit kopi di berbagai wilayah, termasuk kawasan lereng
Gunung Sumbing. Dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk BUMN dan
pengelola kawasan wisata Borobudur.
“Ke depan, kawasan Menoreh hingga
Sumbing akan kami kembangkan menjadi kawasan agroforestry kopi terpadu,”
katanya.
Selain aspek ekonomi dan
lingkungan, program ini juga diyakini memiliki nilai spiritual bagi sebagian
masyarakat. Penanaman kopi yang berasal dari berbagai gunung dipandang sebagai
simbol penyatuan energi dan harmoni di kawasan Borobudur.
Meski demikian, Shalahuddin
menekankan pendampingan kepada petani menjadi kunci keberhasilan program
tersebut.
“Kalau hanya dibagikan tanpa
pendampingan, biasanya tidak bertahan lama. Karena itu, kami lakukan pembinaan
secara berkala,” jelasnya.
Ia berharap program ini dapat terus
berkembang dan memberikan manfaat luas, baik bagi masyarakat maupun kelestarian
kawasan Borobudur sebagai salah satu kawasan strategis nasional. (eko/redaksi)











