- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Pemprov dan Baznas Jateng Terus Berkolaborasi Entaskan Kemiskinan
Keterangan Gambar: Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat acara Halaqah Ulama dan Halalbihalal serta Rakorpim MUI) dan Baznas se-Jawa Tengah di Bandungan, Kabupaten Semarang, Kamis (9/4/2026).
Semarang, infojateng.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat terus menjalin kolaborasi untuk mengentaskan kemiskinan di wilayahnya.
Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad
Luthfi saat acara Halaqah Ulama dan Halalbihalal serta Rapat koordinasi
pimpinan (Rakorpim) Majlis Ulama Indonesia (MUI) dan Baznas se-Jawa Tengah di
Bandungan, Kabupaten Semarang, Kamis (9/4/2026).
Menurut Luthfi, capaian penurunan angka kemiskinan,
pertumbuhan ekonomi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat di
wilayahnya tidak lepas dari peran Baznas
Jateng.
Dikatakan dia, banyak program yang digulirkan oleh
Baznas Jateng sebagai upaya pengentaskan kemiskinan, mulai dari bantuan
perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan modal usaha, beasiswa bagi
anak dari keluarga miskin, pelatihan kerja, hingga bantuan untuk korban bencana
alam.
Menurut Luthfi,
pembangunan di Jawa Tengah sangat bergantung pada kolaborasi berbagai
pihak, termasuk dengan Baznas dan MUI Jateng.
MUI yang di dalamnya terdapat pada ulama, serta Baznas
yang menghimpun zakat, infaq, dan shodaqoh harus dapat berkolaborasi dalam
pembangunan daerah melalui perannya masing-masing.
Ketua MUI Jateng sekaligus Ketua Baznas Jateng, Ahmad
Daroji mengatakan, dalam Rakorpim
tersebut juga akan dilangsungkan diskusi tentang sejauh mana manfaat zakat
dalam kehidupan masyarakat.
"Zakat, infak dan sodaqoh (ZIS) yang dikelola
secara baik terbukti telah mengangkat posisi sosial ekonomi masyarakat, bahkan
berkontribusi nyata dalam program pemerintah untuk pengentasan
kemiskinan," kata Daroji.
Maka dalam hal ini, MUI juga berperan terkait fatwa
dalam pengelolaan dan implementasi zakat. Seperti zakat profesi, perluasan
makna sabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah), mengawetkan daging
kurban dalam kaleng untuk menanggulangi kekurangan gizi dan stunting, serta
fatwa tentang nishob (batas minimal) zakat khususnya saat harga emas sangat
fluktuatif.
"Baznas dan MUI akan selalu bersinergi dan
menjalin hubungan yang harmonis demi kesejahteraan umat," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Daroji juga memaparkan
terkait capaian dan penghargaan yang diraih oleh Baznas Jateng selama tahun
2025 di bawah bimbingan Gubernur Ahmad Luthfi.
Di antaranya, penghargaan Gubernur Jawa Tengah Ahmad
Luthfi sebagai Pendukung Gerakan Zakat Indonesia.
Selanjutnya lima penghargaan dari Baznas RI kepada
Baznas Jateng, yaitu Pengumpulan ZIS Terbaik; Inovasi Pendayagunaan Terbaik;
Koordinasi Kelembagaan Terbaik; Kelembagaan Klaster 5 Terbaik; Tindak Laniut
Implementasi SOP Terbaik. (eko/redaksi)











