- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Saling Ejek Berujung Maut, Siswa SMP di Sragen Tewas
Sragen, Infojateng.id – Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Seorang siswa SMP dilaporkan meninggal dunia usai terlibat cekcok dengan temannya sendiri.
Insiden bermula dari aksi saling ejek antara korban dan pelaku di lingkungan sekolah. Adu mulut yang terjadi kemudian berujung pada tindakan kekerasan.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius hingga akhirnya meninggal dunia.
Sementara itu, pelaku dikabarkan dalam kondisi syok setelah insiden berlangsung dan telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala SMPN 2 Sumberlawang, Agung Jatmiko, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan duka mendalam atas kejadian yang menimpa salah satu siswanya.
“Kami sangat berduka atas kejadian ini. Pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban serta aparat terkait untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak sekolah akan melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan terhadap siswa guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Kasus ini kini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Pihak berwenang juga akan mendalami kronologi lengkap serta motif di balik kejadian tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan bahaya konflik antar pelajar yang tidak terkendali, sekaligus menyoroti perlunya pengawasan dan edukasi terkait perundungan di lingkungan sekolah. (one/redaksi)











