- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Tindaklanjuti Aduan Warga Melalui “Curhat Bareng Mas Wali”
Keterangan Gambar: Pemkot Salatiga menghadirkan ruang dialog terbuka bagi masyarakat melalui forum “Curhat Bareng Mas Wali” yang digelar di Pendopo Pakuwon Setda Kota Salatiga, baru-baru ini. Dok. Jatengprov.go.id
Salatiga, infojateng.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menghadirkan ruang dialog terbuka bagi masyarakat melalui forum “Curhat Bareng Mas Wali” yang digelar di Pendopo Pakuwon Setda Kota Salatiga, baru-baru ini.
Forum ini menjadi wujud komitmen
Pemkot dalam menghadirkan pelayanan yang lebih responsif, di mana aduan warga
tidak hanya didengar, tetapi juga dibahas langsung bersama pengambil kebijakan
hingga menemukan solusi.
Kegiatan ini dihadiri Wali Kota
Salatiga Robby Hernawan, Sekretaris Daerah (Sekda), para asisten, serta seluruh
kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Masyarakat juga dilibatkan secara
langsung untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi dan berdiskusi bersama.
Robby menegaskan, forum tersebut
bukan sekadar seremonial, melainkan ruang kerja bersama untuk menyelesaikan
persoalan warga secara nyata.
“Saya berharap bisa terjadi
kolaborasi dan sinergisme antar OPD dalam menjalankan program-programnya untuk
pembangunan Kota Salatiga,” ujar Robby.
Ia juga menegaskan, pemerintah
terbuka terhadap kritik sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan.
“Pemkot Salatiga tidak alergi
terhadap kritik. Kritik yang membangun dan positif sangat kami nantikan,”
tambahnya.
Dalam forum tersebut, empat aduan
masyarakat dibahas langsung, meliputi polusi suara bengkel di kawasan
permukiman, persoalan drainase, bangunan liar di atas saluran air, serta
pembangunan tiang internet.
Hasilnya, satu aduan telah
diselesaikan, sementara tiga lainnya tengah dalam proses tindak lanjut dengan
langkah penanganan yang jelas.
Melalui forum ini, Pemkot Salatiga
menunjukkan pendekatan pelayanan publik yang lebih partisipatif, transparan,
dan solutif.
Ke depan, “Curhat Bareng Mas Wali” direncanakan digelar rutin setiap Jumat sebagai ruang aman bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. (eko/redaksi)











