- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Ahmad Luthfi Atensi Keseimbangan Pembangunan Jateng Wilayah Utara dan Selatan

Keterangan Gambar : Gubernur Ahmad Luthfi saat acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 wilayah Banyumas Raya di Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/5/2026).
Banjarnegara, infojateng.id - Gubernur Ahmad Luthfi memberi atensi terhadap keseimbangan pembangunan di Jawa Tengah untuk wilayah utara dan selatan.
Hal itu disampaikan saat acara Rembug Pembangunan
Jawa Tengah 2026 wilayah Banyumas Raya di Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Senin
(18/5/2026).
Ia menyebut kondisi kedua wilayah tersebut memiliki
karakter serta tantangan berbeda, sehingga membutuhkan perhatian sesuai
kebutuhan masing-masing wilayah.
Baca Lainnya :
Karenanya, kegiatan Rembug Pembangunan tersebut
digelar untuk menyerap masukan dari daerah secara lebih riil. Menurutnya,
pembangunan tidak bisa hanya disusun dari atas, tetapi juga harus menampung
kebutuhan dari kabupaten/kota.
“Kenapa Jawa Tengah harus kita rembug dan harus kita
bicarakan, agar ini nanti menjadi policy (kebijakan) bersama. Sehingga dalam
membangun Provinsi Jawa Tengah bisa setarikan napas, mulai dari desa,
kecamatan, kabupaten, provinsi, bahkan dalam rangka mengintegrasikan dengan
pemerintah pusat,” kata Luthfi.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Setya Arinugroho
mengatakan, wilayah selatan Jateng memiliki potensi besar, mulai dari pangan,
energi, pariwisata, hingga ekonomi syariah. Namun, kawasan tersebut masih
menghadapi tantangan infrastruktur dan kemiskinan.
Karena itu, DPRD mengapresiasi langkah Pemprov Jateng
yang menggelar Rembug Pembangunan sebagai forum penyelarasan program antara
provinsi dan kabupaten/kota.
“Atas nama DPRD, penghargaan setinggi-tingginya atas
terlaksananya kegiatan pagi ini,” kata Setya Ari.
Setya menyebut, pembangunan infrastruktur di Jawa
Tengah terus mengalami kemajuan. Bahkan, kementapan infrastruktur jalannya
mendapatkan diapresiasi oleh pemerintah pusat karena mencapai sekitar 97
persen.
Walakin, Setya mengatakan, wilayah selatan Jawa Tengah
masih menjadi perhatian karena sejumlah daerahnya memiliki angka kemiskinan
yang perlu terus ditekan.
Karena itu, ia berharap pengembangan ekonomi berbasis
wisata dan ekonomi syariah dapat menjadi salah satu jalan untuk mempercepat
peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga berharap, pembangunan di Jawa Tengah bagian
selatan dan utara berjalan lebih seimbang. Kolaborasi antara pemerintah provinsi,
kabupaten/kota, DPRD, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai menjadi kunci.
“DPRD Jateng berharap ada keseimbangan Jawa Tengah selatan dan utara. Ini adalah upaya kita bersama. Semoga kita betul-betul bisa menjalankan ngopeni dan ngelakoni,” katanya. (eko/redaksi)











