- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Batang Luncurkan Gerakan “Sak Minggu Sak Buku”, Ini Tujuannya
Keterangan Gambar: Pemkab Batang meluncurkan Gerakan Sak Minggu Sak Buku, di Kampung Literasi Pelangi Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang. Dok. Diskominfo Batang
Batang, infojateng.id - Pemerintah Kabupatan (Pemkab) Batang meluncurkan Gerakan Sak Minggu Sak Buku, di Kampung Literasi Pelangi Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang.
Gerakan tersebut bertujuan untuk menambah
kecerdasasn intelektual, dan membangun sikap kritis serta kreativitas anak-anak
sekitar.
Ketua Kampung Literasi Pelangi Proyonanggan Selatan,
Herin Setyowati menerangkan, sebelum dibentuk menjadi Kampung Literasi, ruang
ini sudah sering digunakan oleh warga setempat untuk menggali potensi melalui
pendidikan informal.
“Biasanya dimanfaatkan untuk mengaji Al-Qur’an
setiap malam, bisa juga ibu-ibu pengajian yang memanfaatkan buku yang ada untuk
meningkatkan keterampilan,” kata Herin, saat ditemui Selasa (7/4/2026).
Ia menyebut, pihaknya juga sudah mendapatkan bantuan
hingga 1.000 buku, seperti cerita anak, keterampilan masak dan edukasi lainnya
dari Perpusnas, Disperpuska termasuk tanggung jawab sosial dari Nestle.
Sementara Pegiat literasi Kurnia Hidayati memandang
gerakan tersebut dapat meningkatkan indeks pembangunan manusia, sekaligus
membuka peluang di sektor ekonomi.
“Dengan kebiasaan membaca, maka akan timbul ide-ide
kreatif untuk menelurkan sebuah karya, bisa menghasilkan produk, menjualnya
lalu menghasilkan keuntungan,” terang Kurnia.
Bunda Literasi Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan,
menegaskan, Kampung Literasi memiliki manfaat yang lebih luas, selain ruangan
dari sisi kelengkapan buku jauh lebih variatif.
“Sasaran Sak Minggu Sak Buku anak usia dini maupun
sekolah dasar yang melakukan aktivitas edukatif, saling diskusi maupun literasi
digital, setiap harinya,” terangnya.
Yang terpenting pembiasaan bagi anak untuk membawa
pulang buku lalu mengulas isi bacaannya, pada awal pekan.
Ditambahkan, Program Sak Minggu Sak Buku dan Kampung
Literasi ini akan diterapkan di seluruh kecamatan di Kabupaten Batang.
“Kita lihat mana yang paling berpotensi itu yang
akan kami berikan tambahan anggaran,” tandas Faelasufa. (eko/redaksi)











