- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Baznas Jepara Komitmen Optimalkan Pengumpulan dan Pendistribusian Zakat

Keterangan Gambar : Perkumpulan Penyandang Difabel Indonesia Jepara dan Yayasan DJTB Foundation saat menemui Ketua Baznas M. Nasrullah Huda di kantornya, Jumat (8/5/2026).
Jepara, infojateng.id - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jepara M. Nasrullah Huda berkomitmen untuk mengoptimalkan pengumpulan dan pemungutan zakat baik kepada individu, lembaga, dan perusahaan.
Tujuannya agar Baznas bisa mendistribusikan kepada
lebih banyak mustahiq dari delapan ashnaf yang ada di Kabupaten Jepara.
Hal itu disampaikan Nasrullah Huda dihadapan
perwakilan penyandang difabel dari Komunitas Motor Difabel Jepara (KMDJ),
Perkumpulan Penyandang Difabel Indonesia (PPDI) Jepara dan Yayasan Difabel
Jepara Tataning Bumi (DJTB Foundation) yang datang ke kantornya pada Jumat (8/5/2026).
Baca Lainnya :
- Ribuan Guru dan Tendik di Boyolali Ramaikan Fun Run Bareng Sekda Jateng0
- Ribuan Pelari 44 Negara Ramaikan Red Dress Run, Sport Tourism Jateng Kian Mendunia0
- Bikin Bangga, Tari Saman SMAN 4 Semarang Juara Internasional di Thailand0
- Di Tengah Polemik Tempat Sosialisasi, Dukungan untuk PT Jihae di Penambuhan Terus Menguat0
- Taj Yasin Bantu Bangun Masjid Bersejarah yang Ludes Terbakar di Boyolali0
"Kami pimpinan Baznas Kabupaten Jepara periode
2026–2031 baru resmi dilantik oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo, pada Senin, 27
April 2026, di Pendopo Kartini Jepara, dipotong hari libur, praktis kami baru
bekerja 8 hari,” kata Gus Huda, sapaan akrabnya yang juga Katib Syuriyah PCNU
Kabupaten Jepara itu.
Dia juga akan tancap gas untuk pembenahan internal
sambil memperbaiki program kerja yang lebih berorientasi pada pemberdayaan dan
pemanfaatan zakat produktif.
“Hal-hal yang bersifat konsumtif sedikit demi sedikit akan
kami kurangi sehingga proporsinya menjadi 70 % untuk pemberdayaan dan
pengembangan usaha ashnaf yang ada di Jepara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ia berharap agar ada masukan dari
komunitas difabel bagaimana cara mengoptimalkan pengumpulan zakat dan
memperluas potensi muzakki, baik dilingkungan perusahaan swasta ataupun
individu-individu yang mempunyai kelebihan harta.
"Kalau pendapatan dari pengumpulan, pemungutan
dan penarikan potensi zakat naik, maka pentasharufan dan pendistribusian zakat
kepada mustahiq juga akan naik,” terangnya.
"Setelah kita inventarisir dan belanja masalah,
nanti kita undang teman-teman difabel dalam FGD peningkatan potensi zakat di
Jepara bersama stakeholder yang lain,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Difabel Jepara Tataning
Bumi, Faisol, berharap agar Baznas hadir untuk adik-adik difabel yang hanya
bisa berbaring lemah di tempat tidurnya.
Faisol berharap ada bantuan rutin bulanan dari Baznas
untuk keperluan pampers dan popok bagi adik-adik difabel seperti Baznas Kudus. Mereka
tiap bulan ditransfer melalui rekening Bank untuk pembelian pampers dan makanan
tambahan.
"Kami mendampingi sekitar 10 adik difabel yang
tersebar di beberapa kecamatan. Kalau ada donatur kami antarkan, kalau tidak,
kami tak bisa apa-apa,” ujar Faisol,
penyandang paraplegia ini dengan suara parau getir.
Ia berharap Baznas Jepara makin berpihak kepada
penyandang difabel, terutama yang duafa, faqir dan tidak bisa bekerja. (redaksi)











