- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Bikin Bangga, Siswa SMAN 4 Semarang Juara Umum di Festival Internasional Thailand
Keterangan Gambar: Tim Ratoh Jaroe SMAN 4 Semarang menjadi juara umum pada ajang Kompetisi Luang Pu Suang International Folklore Contest Thailand 2026.
Semarang, infojateng.id – SMAN 4 Kota Semarang jadi pembicaraan di Kompetisi Luang Pu Suang International Folklore Contest Thailand 2026. Jadi peserta undangan di kompetisi seni dan budaya internasional, Tim Ratoh Jaroe SMAN 4 Kota Semarang jadi kuda hitam.
Kompetisi yang dihelat pada tanggal 8 April 2026 itu,
13 siswi SMAN 4 Kota Semarang mencuri perhatian di even yang digelar di Sisaket
Thailand.
Lima belas menit tampil di panggung, penonton dibuat
terpukau dengan garakan yang kompak dan energik. Ditambah lagi alunan musik
perkusi khas Aceh yang dimainkan secara langsung dipadu dengan syair religius
dan vokal para penari.
Ratoh Pukat yang ditampilkan menciptakan harmoni
ritmis yang kuat dan memikat. Ratoh Pukat adalah gabungan antara Tari Ratoh
Jaroe dengan Tarek Pukat.
Penonton mengganjar dengan tepuk tangan. Juri pun
memberikan nilai plus. Sebanyak 13 siswi yang tergabung di Tim Ratoh Jaroe
menyabet Juara Umum 1. Tak hanya itu,
mereka juga dinobatkan sebagai Excellent Performance.
Hebatnya, mereka berhasil mengalahkan perwakilan dari
negara-negara seperti India, Sri Lanka, Laos, Filipina, Hungaria, Bulgaria,
Korea Selatan, Turki, dan tuan rumah Thailand.
"Kami ikut bangga dengan prestasi yang dicapai
anak-anak. Ditambah lagi ada misi budaya, karena mereka juga tampil di 6 kota
di Thailand. Mengenalkan kebudayaan Indonesia," kata Pembina Ektrakurikuler
Ratoe Jaroh SMAN 4 Semarang, Rina Budi H, Jumat (10/4/2026).
Dengan cara tampil dan bertemu dengan orang banyak di
dunia internasional, maka semakin populer juga seni kebudayaan Indonesia di
luar negeri. Di sisi lain, hal itu menjadi pengalaman berharga bagi siswi
seusia mereka di level internasional.
Adapun 13 siswa yang tergabung dalam tim ini adalah
Almira Silmi Hidayatunnisa, Amara As Aluka Billah, Bunga Berliana Shanika
Karin, Cahyati Maura Ardiningrum, Jadaeiradinda Haidar. Kemudian, Jessie Putri
Aulya Fadhillah, Keisha Zevania Wihelmina, Meyla Dwi Vera, Miranda Aline
Satoto, Mutiara Zatil Aqmara Wijanarko, Najla Ranaa Maritza Wibowo, Reva Cahya
Arafah, dan Zafira Luwi Anindya.
Di sisi lain, Rina juga menceritakan prestasi itu tak
instan diperoleh. Ketigabelas anak ini tercatat sebagai siswi kelas 11, namun
mereka sudah memulai latihan sejak kelas 10.
Selama kurang lebih setahun, mereka berlatih dengan
pelatih, adik tingkat, hingga mandiri. Untuk mengasah kemampuan, Tim Ratoe
Jaroh juga sudah sering tampil di sejumlah even di beberapa kota di Indonesia.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 4 Kota
Semarang, Ahmad Hamam turut mengapresiasi prestasi yang diraih anak didiknya.
Ia berharap hal itu bisa menjadi tradisi dan turun-temurun pada adik-adik
tingkatnya nanti.
Sementara itu, Pelatih Tim Ratoh Jaroe SMAPA,
Zulfikar, mengungkapkan rasa bangga atas capaian anak didiknya. Mereka sudah
tampil disiplin, totalitas, dan sepenuh hati.
“Ini bukan hanya tentang menang, tetapi tentang bagaimana
kami membawa identitas budaya Indonesia dengan penuh kebanggaan."
Menurutnya, antusiasme juga datang dari penonton, di
mana ada momen istimewa ketika tim SMAPA membawakan gerakan yang diiringi lagu
tradisional Thailand, Loy Krathong.
Penampilan tersebut berhasil membangun kedekatan
emosional dengan penonton, yang spontan ikut bernyanyi bersama.
Bahkan, peserta dari Sri Lanka kerap memberikan pujian
dalam setiap kesempatan.
“Your dance group was nice, and your costume it was
beautiful,” ungkap Enuka Gunasena, penari asal Sri Lanka.
Sementara itu, Humas Tim Ratoh Jaroe SMAPA, Najla
Ranaa Maritza Wibowo dan Bunga Berliana Shanika Karin menegaskan bahwa
kemenangan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim.
"Kami bersyukur bisa mempersembahkan yang terbaik
untuk Indonesia. Ini bukan hanya kemenangan tim, tetapi juga bentuk cinta kami
terhadap budaya bangsa."
Adapun 13 siswa yang tergabung dalam tim ini adalah
Almira Silmi Hidayatunnisa, Amara As Aluka Billah, Bunga Berliana Shanika
Karin, Cahyati Maura Ardiningrum, Jadaeiradinda Haidar.
Kemudian, Jessie Putri Aulya Fadhillah, Keisha Zevania
Wihelmina, Meyla Dwi Vera, Miranda Aline Satoto, Mutiara Zatil Aqmara
Wijanarko, Najla Ranaa Maritza Wibowo, Reva Cahya Arafah, dan Zafira Luwi
Anindya.
Tim Ratoh Jaroe akan berada di Thailand selama
sembilan hari. Mereka terbang ke Thailand sejak Sabtu 4 April 2026) lalu. (eko/redaksi)











