Daerah

Tugu Tani Reborn Sebagai Simbol Penghargaan Petani Jaga ketahanan Pangan

Admin Utama
Oleh Admin Utama 10 Apr 2026, 11:13:31 WIB  •  Dibaca 62 kali
Tugu Tani Reborn Sebagai Simbol Penghargaan Petani Jaga ketahanan Pangan

Keterangan Gambar: Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari di sela peresmian Tugu Tani Reborn di Desa Sendangdawung, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Rabu (8/4/2026). Dok. Diskominfo Kendal

Kendal, infojateng.id – Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari meresmikan Tugu Tani Reborn di Desa Sendangdawung, sekaligus menyalurkan bantuan ketahanan pangan kepada ratusan warga, Rabu (8/4/2026).

Peresmian tugu tersebut sebagai simbol penghargaan terhadap peran petani dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

“Tugu ini bukan hanya monumen, tetapi bentuk apresiasi bagi para petani yang menjadi tulang punggung desa,” ujar bupati.

Disampaikan dia, Desa Sendangdawung memiliki peran strategis sebagai penyangga pangan di Kabupaten Kendal, mengingat sekitar 85 persen penduduknya bekerja di sektor pertanian dengan tingkat produktivitas yang tergolong tinggi.

Sehingga, diharapkan Tugu Tani Reborn tersebut menjadi identitas desa, sekaligus penyemangat untuk terus bergotong royong membangun daerah.

Lebih lanjut, bupati juga menyoroti potensi Pasar Kaget Tugu Tani, yang rutin digelar setiap hari Minggu di sekitar lokasi.

Pihaknya mendorong agar ke depan, pasar tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat ekonomi, tetapi juga dikembangkan menjadi destinasi wisata lokal.

“Potensi ini perlu dikembangkan, agar mampu menarik pengunjung dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, juga disalurkan bantuan ketahanan pangan kepada 597 warga Desa Sendangdawung, untuk alokasi Februari dan Maret 2026. Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng per bulan.

“Selama dua bulan, warga menerima total 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng,” jelasnya.

Bupati Dyah berharap, bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Sementara itu, Kepala Desa Sendangdawung, Marbono menyampaikan, Tugu Tani Reborn memiliki makna sebagai pemicu semangat bagi seluruh masyarakat, tidak hanya petani tetapi juga pelaku usaha lainnya.

“Kami berharap, tugu ini mampu mendorong masyarakat untuk lebih giat berusaha di berbagai sektor, sehingga kesejahteraan desa semakin meningkat,” harap Marbono.

Dia menceritakan, Desa Sendangdawung telah lama dikenal sebagai desa penyangga pangan sejak tahun 1990-an. Hal ini terlihat dari keberadaan tujuh unit penggilingan padi serta luas lahan sawah mencapai sekitar 150 hektare, bahkan sebagian petani juga mengelola lahan di luar desa hingga mencapai 30 hektare.

“Alhamdulillah, hasil panen tahun 2026 cukup baik, meskipun sempat terdampak angin puting beliung. Tanaman padi tetap berdiri dan ini tidak lepas dari peran penyuluh pertanian,” ungkapnya. (eko/redaksi)

Iklan Detail Berita
Komentar Facebook

Tuliskan Komentar Anda