- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Tugu Tani Reborn Sebagai Simbol Penghargaan Petani Jaga ketahanan Pangan
Keterangan Gambar: Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari di sela peresmian Tugu Tani Reborn di Desa Sendangdawung, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Rabu (8/4/2026). Dok. Diskominfo Kendal
Kendal, infojateng.id – Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari meresmikan Tugu Tani Reborn di Desa Sendangdawung, sekaligus menyalurkan bantuan ketahanan pangan kepada ratusan warga, Rabu (8/4/2026).
Peresmian tugu tersebut sebagai simbol penghargaan
terhadap peran petani dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
“Tugu ini bukan hanya monumen, tetapi bentuk apresiasi
bagi para petani yang menjadi tulang punggung desa,” ujar bupati.
Disampaikan dia, Desa Sendangdawung memiliki peran
strategis sebagai penyangga pangan di Kabupaten Kendal, mengingat sekitar 85
persen penduduknya bekerja di sektor pertanian dengan tingkat produktivitas
yang tergolong tinggi.
Sehingga, diharapkan Tugu Tani Reborn tersebut menjadi
identitas desa, sekaligus penyemangat untuk terus bergotong royong membangun
daerah.
Lebih lanjut, bupati juga menyoroti potensi Pasar
Kaget Tugu Tani, yang rutin digelar setiap hari Minggu di sekitar lokasi.
Pihaknya mendorong agar ke depan, pasar tersebut tidak
hanya berfungsi sebagai pusat ekonomi, tetapi juga dikembangkan menjadi
destinasi wisata lokal.
“Potensi ini perlu dikembangkan, agar mampu menarik
pengunjung dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, juga disalurkan bantuan ketahanan
pangan kepada 597 warga Desa Sendangdawung, untuk alokasi Februari dan Maret
2026. Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng
per bulan.
“Selama dua bulan, warga menerima total 20 kilogram
beras dan empat liter minyak goreng,” jelasnya.
Bupati Dyah berharap, bantuan tersebut dapat membantu
meringankan beban masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Sementara itu, Kepala Desa Sendangdawung, Marbono
menyampaikan, Tugu Tani Reborn memiliki makna sebagai pemicu semangat bagi
seluruh masyarakat, tidak hanya petani tetapi juga pelaku usaha lainnya.
“Kami berharap, tugu ini mampu mendorong masyarakat
untuk lebih giat berusaha di berbagai sektor, sehingga kesejahteraan desa
semakin meningkat,” harap Marbono.
Dia menceritakan, Desa Sendangdawung telah lama
dikenal sebagai desa penyangga pangan sejak tahun 1990-an. Hal ini terlihat
dari keberadaan tujuh unit penggilingan padi serta luas lahan sawah mencapai
sekitar 150 hektare, bahkan sebagian petani juga mengelola lahan di luar desa
hingga mencapai 30 hektare.
“Alhamdulillah, hasil panen tahun 2026 cukup baik, meskipun sempat terdampak angin puting beliung. Tanaman padi tetap berdiri dan ini tidak lepas dari peran penyuluh pertanian,” ungkapnya. (eko/redaksi)











