- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Konflik Iran - AS dan Israel, BPIH Jemaah Jepara Dipastikan Tak Ada Kenaikan
Jepara, infojateng.id - Perang antara Iran dan Amerika Serikat dan Israel
dipastikan tak mempengaruhi jadwal keberangkatan jemaah haji asal Indonesia,
termasuk Jepara.
Selain itu, meski geopolitik di Timur Tengah
(Timteng) memanas Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) yang ditanggung jemaah
dipastikan tak ada kenaikan.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR
RI, Abdul Wachid saat kegiatan Manasik Haji Terintegrasi yang digelar di Gedung
Haji Kabupaten Jepara, Kamis (9/4/2026).
Manasik haji ini yang menjadi bagian penting
persiapan jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci ini diikuti 1.547 calon jemaah
haji (CJH) Kabupaten Jepara.
Hadir juga Bupati Jepara Witiarso Utomo, Kepala
Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jepara, Siti Zuliati dan para tokoh
ormas keagamaan di Kota Ukir.
Menurut pimpinan Komisi Haji yang mitra kerjanya
Kemenhaj ini, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tetap berjalan lancar
meskipun konflik Iran - AS dan Israel belum ada tanda-tanda bakal segera
berakhir.
“Haji tetap berjalan dengan baik, tidak ada
dampak dari perang di Timur Tengah. Jadi jenengan semua tidak perlu
khawatir," kata wakil rakyat asal Margoyoso Kalinyamatan Jepara ini.
Jemaah haji asal Jepara terbagi menjadi lima
kloter. Kloter pertama (kloter 36) dijadwalkan berangkat pada 3 Mei 2026.
Selanjutnya giliran kloter 37, 38 dan seterusnya.
Abdul Wachid menambahkan berdasar hasil
koordinasi dengan pemerintah, jemaah haji reguler juga tidak dibebankan
kenaikan biaya avtur pesawat yang melonjak seiring terganggunya pasokan minyak
dari Timteng.
Padahal jika biaya avtur itu dibebankan,
nominalnya bisa mencapai Rp7–8 juta per jemaah.
"Presiden Prabowo sudah menegaskan tidak
boleh membebani jemaah. Jadi haji tetap sesuai jadwal dan biayanya juga
tetap," paparnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah
Kabupaten Jepara, Siti Zuliati, menjelaskan total peserta manasik terdiri dari
1.433 jemaah haji reguler, 6 pembimbing KBIHU, serta 8 petugas haji daerah.
Seluruh peserta telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).
“Peserta manasik tahun ini berjumlah 1.547 orang
yang tersebar di 16 kecamatan. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat Jepara
yang sangat tinggi untuk menunaikan ibadah haji,” ujarnya.
Dari total tersebut, mayoritas jemaah adalah
perempuan sebanyak 857 orang, sementara laki-laki berjumlah 690 orang.
Kecamatan Pecangaan menjadi penyumbang jemaah terbanyak dengan 157 orang,
disusul Kecamatan Tahunan dan Kalinyamatan.
Sementara di tingkat desa, Desa Troso mencatat
jumlah terbanyak dengan 43 jemaah.
Dari sisi usia, terdapat 296 jemaah lanjut usia
(65–79 tahun) serta 51 jemaah berusia di atas 80 tahun. Jemaah tertua berusia
85 tahun, sedangkan yang termuda berusia 16 tahun.
Latar belakang pendidikan pun beragam, mulai
dari jenjang dasar sebanyak 450 orang hingga satu orang bergelar doktor.
Secara profesi, jemaah didominasi sektor swasta
sebanyak 421 orang, diikuti sektor perdagangan 324 orang, serta ibu rumah
tangga sebanyak 285 orang.
Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo,
menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi
para calon jemaah haji.
“Pemerintah Kabupaten Jepara terus berupaya
menghadirkan dukungan terbaik demi kelancaran dan kenyamanan calon jamaah haji
dalam menunaikan ibadah haji,” kata Witiarso.
Ia juga menyebut bahwa Jepara kini menempati
peringkat ketiga jumlah jemaah terbanyak se-Jawa Tengah, sekaligus mencatat
sejarah sebagai keberangkatan haji pertama yang diselenggarakan oleh
Kementerian Haji dan Umrah.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan, Pemkab
Jepara menyediakan fasilitas transportasi bus dari Jepara menuju Asrama Haji Donohudan,
baik saat keberangkatan maupun kepulangan.
Selain itu, disiapkan pula konsumsi selama
perjalanan serta layanan truk untuk pengelolaan koper jemaah, mulai dari
distribusi koper kosong hingga pengambilan saat kepulangan.
“Semoga ikhtiar ini dapat menghadirkan
ketenangan, sehingga seluruh energi dan perhatian jemaah dapat difokuskan
sepenuhnya untuk beribadah,” pungkasnya. (eko/redaksi)











