- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Bupati Batang Tekankan Sinkronisasi Pusat-Daerah dan Efisiensi Anggaran

Keterangan Gambar : Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memimpin upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah Ke-XXX tahun 2026 di halaman Pendopo Kabupaten setempat, Senin (27/4/2026). Dok. Diskominfo Batang
Batang, infojateng.id - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan bertindak sebagai inspektur upacara dalam Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) Ke-XXX tahun 2026 yang digelar di halaman Pendopo Kabupaten setempat, Senin (27/4/2026).
Peringatan
tahun ini mengusung tema Dengan "Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta
Cita". Tema tersebut menekankan pentingnya kemandirian daerah dalam
mengelola potensi lokal guna mewujudkan harapan bangsa melalui sinergi kuat
antara pemerintah pusat dan daerah.
Bupati Faiz
menyampaikan, bahwa sinkronisasi antara pusat dan daerah adalah kunci utama
keberhasilan pembangunan nasional. Terdapat beberapa langkah strategis yang
menjadi fokus, di antaranya:
Baca Lainnya :
- Jateng Perkuat Posisi Candi Borobudur dan Prambanan sebagai Pusat Religi Dunia0
- Geger! Nelayan Jepara Temukan Mayat Mengapung di Muara Kali Wiso0
- Jelang May Day, Gubernur Jateng Rutin Serap Aspirasi Buruh0
- DPRD Jepara Godok Empat Ranperda Strategis0
- Gubernur Jateng Minta BUMD Kreatif dan Inovatif Hasilkan PAD0
Mengatasi
ketidaksinkronan program agar tidak terjadi tumpang tindih kegiatan dan
duplikasi anggaran.
Reformasi
Birokrasi Berbasis Outcome: Mendorong birokrasi yang cepat, lincah, dan
berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat melalui digitalisasi
terintegrasi.
Kemandirian
Fiskal: Mendorong daerah untuk tidak terus bergantung pada dana transfer pusat
dan lebih kreatif dalam mengelola ruang fiskal daerah.
Kolaborasi
Antar-Wilayah: Mengatasi persoalan lintas batas seperti transportasi,
lingkungan, dan ekonomi secara bersama-sama, bukan secara parsial.
Faiz juga
menekankan, pentingnya penguatan layanan dasar untuk menghapus ketimpangan,
terutama pada akses pendidikan, kesehatan, air bersih, dan sanitasi.
“Khusus di
sektor pendidikan, ditekankan pula pemenuhan gizi peserta didik melalui program
pemberian makan bergizi gratis. Otonomi daerah memberikan ruang inovasi, namun
pelaksanaannya harus tetap dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI)," ujar Faiz saat membacakan pesan Mendagri.
Ia juga
menegaskan, bahwa seluruh kegiatan pemerintahan dan peringatan hari besar harus
mengedepankan prinsip efisiensi.
“Pemerintah
daerah diharapkan menyelenggarakan kegiatan secara sederhana, tidak berlebihan,
dan menghindari pemborosan anggaran yang tidak berdampak langsung pada
kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (eko/redaksi)











