- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Ciamik, Semarang dan Kendal Bakal Olah Sampah Jadi Listrik

Keterangan Gambar : Penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Penyelenggaraan Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik antara Pemprov Jawa Tengah, Pemkot Semarang, dan Pemkab Kendal di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Sabtu (28/3/2026).
Semarang, infojateng.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, Pemerintah Kota
Semarang, dan Pemrintah Kabupaten Kendal akan berkolaborasi melakukan
pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Kolaborasi itu ditandai dengan
penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Penyelenggaraan Pengolahan Sampah
Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik antara Pemprov Jawa
Tengah, Pemerintah Kota Semarang, dan Pemerintah Kabupaten Kendal di Kantor
Gubernur Jawa Tengah, Sabtu (28/3/2026).
Penandatanganan itu dihadiri oleh
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH)
Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Walikota
Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, dan Bupati Kendal Dyah Kartika
Permanasari.
Baca Lainnya :
- Menteri PPPA Minta RBI Cilacap Jadi Penguat Program DRPPA0
- Peringatan Hari Jadi ke-170 n Cilacap Ditandai dengan Semaan Al-Quran dan Ziarah Makam0
- Wapres Gibran Minta Peternak Sapi Selesaikan Masalah PMK0
- Empat Perahu Baru Perkuat Tradisi Lomba Dayung0
- Wayang Kulit Lakon Wahyu Sandang Pangan Meriahkan Rangkaian Pesta Lomban Jepara 0
Hanif menyampaikan apresiasinya
kepada Gubernur Jateng atas keseriusan dan langkah operasional yang dinilai
konkret dalam penanganan sampah di Jawa Tengah.
Upaya yang dilakukan sejalan dengan
upaya pemerintah pusat untuk mengurangi praktik open dumping (pembuangan sampah
di tanah terbuka) di daerah.
“Melalui kepemimpinan Bapak Gubernur,
harapan kami tahun 2026 akan terjadi lonjakan tingkat pengelolaan sampahnya,”
ucapnya.
Menurut dia, langkah itu penting
untuk menjawab persoalan sampah di kawasan perkotaan dengan timbulan tinggi.
Hanif menyebut, pembangunan
pengolahan sampah menjadi energi listrik merupakan langkah fundamental untuk
mengakhiri persoalan pengelolaan sampah secara nasional.
Untuk wilayah seperti Semarang Raya,
pendekatan berbasis teknologi tinggi dinilai menjadi pilihan yang efektif,
karena volume sampah yang besar tidak lagi memadai ditangani dengan pola
konvensional.
Ia menambahkan, pembangunan fasilitas
waste to energy di Jawa Tengah memerlukan waktu sedikitnya tiga tahun.
Karena itu, selama masa transisi
tersebut, pemerintah daerah tetap harus melakukan berbagai upaya pengurangan
dan pengolahan sampah, agar beban di tempat pemrosesan akhir tidak semakin
berat.
Hanif secara khusus menyinggung
langkah Pemprov Jateng yang mulai mengembangkan refuse derived fuel (RDF) di
sejumlah daerah.
Upaya itu dinilai sebagai bentuk tata
kelola yang tidak semata menunggu proyek besar berjalan, melainkan juga
menyiapkan solusi bertahap yang bisa segera dioperasikan.
“Bapak Gubernur juga telah mengembangkan
pembangunan refuse derived fuel, yaitu sampah menjadi bahan bakar, pada tiga
kabupaten dan akan dikembangkan lagi pada enam kabupaten,” kata Hanif.
Ia mengaku optimistis, dengan
kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan dukungan kepala daerah di kabupaten/kota,
akan ada lonjakan signifikan dalam pengelolaan sampah di Jawa Tengah pada 2026.
Sementara itu, Gubernur Jawa
Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan, percepatan penanganan sampah di Jawa
Tengah merupakan tindak lanjut atas kebijakan Presiden yang menargetkan
persoalan sampah tuntas pada 2029.
“Provinsi Jawa Tengah telah membentuk
Satgas Sampah untuk menjabarkan perintah Bapak Presiden sesuai RPJMN, bahwa
pada 2029 harus zero sampah,” kata Luthfi.
Ia menjelaskan, strategi penanganan
sampah di Jawa Tengah disusun berdasarkan skala timbulan sampah di
masing-masing wilayah.
Daerah dengan volume sampah di atas 1.000 ton per hari
didorong menggunakan pendekatan regional, sementara daerah dengan timbulan
lebih kecil diarahkan ke pengolahan berbasis RDF.
“Sudah ada tiga kabupaten membentuk
RDF, lalu bekerja sama dengan pabrik semen, yaitu Banyumas, Cilacap, dan
Magelang. Kemudian enam kabupaten juga kita menuju ke RDF,” ujarnya.
Luthfi mengungkapkan, timbulan sampah
di Jawa Tengah mencapai hampir 6,4 juta ton per tahun. Namun, dari jumlah
tersebut, baru sekitar 30 persen yang terkelola, sementara sisanya belum
tertangani maksimal.
Dengan
adanya kesepakatan bersama antara Pemprov Jateng, Pemkot Semarang, dan Pemkab
Kendal dalam pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik pun menjadi
salah satu langkah penting dalam peta jalan penanganan sampah di Jawa Tengah. (eko/redaksi)











