Daerah

Empat Perahu Baru Perkuat Tradisi Lomba Dayung

Admin Utama
Oleh Admin Utama 28 Mar 2026, 07:43:30 WIB  •  Dibaca 83 kali
Empat Perahu Baru Perkuat Tradisi Lomba Dayung

Keterangan Gambar: Anggota DPRD Kabupaten Batang Nur Untung Slamet menyerahkan bantuan perahu dayung di Sungai Eks Kali Sambong Batang, Kabupaten Batang, Jumat (27/3/2026). Dok. Diskominfo Batang

Batang, infojateng.id - Upaya pelestarian tradisi lomba dayung di Desa Klidang Lor, Kabupaten Batang, terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan legislatif.

Tokoh masyarakat Klidang Lor sekaligus anggota DPRD Batang Nur Untung Slamet mengatakan, bahwa pihaknya turut berkontribusi dalam pengembangan kegiatan tersebut melalui bantuan sarana pendukung.

“Melalui anggaran aspirasi, kami membantu pengadaan dua unit perahu baru untuk mendukung lomba dayung tradisional,” kata Untung saat ditemui di Sungai Eks Kali Sambong Batang, Kabupaten Batang, Jumat (27/3/2026).

Ia menjelaskan, selain bantuan dari aspirasi DPRD, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang juga telah menyalurkan dua unit perahu baru pada tahun ini. Total terdapat empat perahu baru yang digunakan dalam perlombaan.

Menurutnya, pembaruan perahu menjadi hal penting mengingat sebagian besar fasilitas sebelumnya telah berusia cukup lama dan dikhawatirkan dapat memengaruhi performa peserta saat bertanding.

“Fasilitas yang lama sudah berumur, sehingga perlu diperbarui agar peserta bisa bertanding secara maksimal dan aman,” jelasnya.

Dari sisi anggaran, satu unit perahu dayung diperkirakan bernilai sekitar Rp60 juta, sehingga untuk dua unit mencapai Rp120 juta. Nilai tersebut dinilai masih relatif efisien jika dibandingkan dengan daerah lain.

“Di daerah lain, seperti Pekalongan, harga satu unit perahu bisa mencapai Rp64 juta,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga dan melestarikan tradisi lomba dayung yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat, khususnya dalam momentum perayaan Lebaran di Kabupaten Batang.

“Semangatnya adalah menjaga tradisi agar tetap lestari sebagai bagian dari budaya masyarakat Batang,” tuturnya. (eko/redaksi)

Iklan Detail Berita
Komentar Facebook

Tuliskan Komentar Anda