- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Empat Perahu Baru Perkuat Tradisi Lomba Dayung
Keterangan Gambar: Anggota DPRD Kabupaten Batang Nur Untung Slamet menyerahkan bantuan perahu dayung di Sungai Eks Kali Sambong Batang, Kabupaten Batang, Jumat (27/3/2026). Dok. Diskominfo Batang
Batang, infojateng.id - Upaya pelestarian tradisi lomba dayung di Desa Klidang Lor, Kabupaten Batang, terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan legislatif.
Tokoh masyarakat Klidang Lor sekaligus anggota DPRD Batang Nur
Untung Slamet mengatakan, bahwa pihaknya turut berkontribusi dalam pengembangan
kegiatan tersebut melalui bantuan sarana pendukung.
“Melalui anggaran aspirasi, kami membantu pengadaan dua unit
perahu baru untuk mendukung lomba dayung tradisional,” kata Untung saat ditemui
di Sungai Eks Kali Sambong Batang, Kabupaten Batang, Jumat (27/3/2026).
Ia menjelaskan, selain bantuan dari aspirasi DPRD, Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Batang juga telah menyalurkan dua unit perahu baru pada
tahun ini. Total terdapat empat perahu baru yang digunakan dalam perlombaan.
Menurutnya, pembaruan perahu menjadi hal penting mengingat
sebagian besar fasilitas sebelumnya telah berusia cukup lama dan dikhawatirkan
dapat memengaruhi performa peserta saat bertanding.
“Fasilitas yang lama sudah berumur, sehingga perlu diperbarui
agar peserta bisa bertanding secara maksimal dan aman,” jelasnya.
Dari sisi anggaran, satu unit perahu dayung diperkirakan bernilai
sekitar Rp60 juta, sehingga untuk dua unit mencapai Rp120 juta. Nilai tersebut
dinilai masih relatif efisien jika dibandingkan dengan daerah lain.
“Di daerah lain, seperti Pekalongan, harga satu unit perahu bisa
mencapai Rp64 juta,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan, dukungan tersebut merupakan bagian dari
komitmen untuk menjaga dan melestarikan tradisi lomba dayung yang telah menjadi
bagian dari budaya masyarakat, khususnya dalam momentum perayaan Lebaran di
Kabupaten Batang.
“Semangatnya adalah menjaga tradisi agar tetap lestari sebagai bagian dari budaya masyarakat Batang,” tuturnya. (eko/redaksi)











