- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Kirab Kerbau Bule Jadi Magnet Baru Tradisi Pesta Lomban Syawalan Jepara 2026
Keterangan Gambar: Kerbau bule dikirab sejauh 1 kilometer mulai dari TPI Jobokuto menuju Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di kawasan Rusunawa Jepara, Jumat (27/3/2026).
Jepara, infojateng.id - Kerbau bule yang
dikirab sejauh 1 kilometer lebih ini menjadi magnet baru tradisi Pesta Lomban
Syawalan Jepara 2026.
Kirab dimulai dari Tempat Pelelangan
Ikan (TPI) Jobokuto menuju Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di kawasan Rusunawa
Jepara, Jumat (27/3/2026).
Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wabup M
Ibnu Hajar, Sekda Ary Bachtiar serta Forkompinda Jepara ikut langsung dalam
kirab kerbau bule itu.
Mereka juga berbaur dengan ribuan
warga yang memadati sepanjang rute kirab. Saat melintasi Jembatan Cinta,
rombongan terlihat mengular panjang dengan warna dominan putih.
Antusiasme warga tahun ini terlihat
lebih tinggi dari biasanya. Kerbau bule dengan ukuran besar dan penampilan
gagah itu sukses mencuri perhatian ribuan warga.
Salah satu warga, Retno (40), mengaku
sudah menunggu sejak pagi hari demi menyaksikan kirab tersebut.
Ia mengaku penasaran setelah mendengar
kabar jika hewan yang diarak adalah kerbau bule.
“Sudah nunggu dari pagi. Ternyata
kerbaunya gagah sekali, bule, besar banget. Berbeda dengan tahun-tahun
sebelumnya. Semoga ini membawa berkah untuk masyarakat,” ujar Retno.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo,
menyampaikan Kirab Kerbau Pesta Lomban bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan
bagian penting dari identitas budaya masyarakat pesisir Jepara.
“Pada pagi hari ini kita dapat
bersama-sama mengikuti Kirab Kerbau Pesta Lomban, sebuah tradisi yang sarat
makna dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat pesisir Jepara,”
ungkap Witiarso.
Bupati menambahkan, kehadiran kerbau
bule dalam kirab tahun ini memiliki filosofi tersendiri.
“Ada hal baru, yakni kerbau bule. Ini
melambangkan semangat baru dan kekuatan yang luar biasa,” jelasnya.
Lebih lanjut, bupati menegaskan bahwa
kirab ini juga menjadi simbol keterbukaan dan kejujuran kepada masyarakat.
Menurutnya, kirab ini bukan sekadar
arak-arakan, tetapi juga simbol keterbukaan, bahwa kerbau yang akan dilarung
adalah utuh, bukan hanya kepalanya.
“Ini sekaligus menjawab pemahaman yang
berkembang di masyarakat serta menjaga nilai-nilai kepercayaan yang diwariskan
secara turun-temurun,” tambahnya.
Setelah terakhir digelar pada tahun
2019, Kirab Kerbau Pesta Lomban akhirnya kembali dilaksanakan pada tahun 2026. Ini
menunjukkan bahwa semangat masyarakat Jepara dalam melestarikan budaya tidak
pernah padam.
“Alhamdulillah, tahun ini kirab kerbau
kembali kita hidupkan. Ini menunjukkan semangat masyarakat Jepara untuk
nguri-uri budaya tetap terjaga,” ujar bupati.
Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk
mengembangkan tradisi ini agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
“Tahun depan akan kita detailkan lagi
agar bisa meningkatkan PAD,” katanya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk
terus menjaga dan melestarikan tradisi tersebut.
Ditambahkan, tradisi ini adalah wujud
rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dari laut, sekaligus doa agar
masyarakat Jepara, khususnya para nelayan, selalu diberikan keselamatan dan
keberkahan.
“Mari kita jaga bersama tradisi ini
dengan penuh kesadaran, kebersamaan, dan nilai-nilai luhur agar tetap lestari
dan bermanfaat bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (eko/redaksi)











