- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Tanggul Sungai Tuntang Retak, Pemprov Jateng Minta Perbaikan Dipercepat

Semarang, infojateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana segera mempercepat perbaikan tanggul Sungai Tuntang yang retak di perbatasan Kabupaten Demak dan Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
Retakan ini menjadi perhatian serius karena lokasinya dekat titik tanggul yang jebol pada Februari 2026 lalu.
Kepala Dinas PUPR Jateng, Henggar Budi Anggoro, mengatakan penanganan dilakukan dengan dua cara, yakni pemasangan bronjong berisi batu serta penguatan menggunakan sandbag (karung pasir).
Baca Lainnya :
- Pascalebaran, Disdukcapil Batang Dipadati Ratusan Pemohon Layanan Kependudukan 0
- Tingkatkan Budaya Baca dan Literasi Lewat Video Melalui Bimtek0
- Hujan Deras Guyur Batang, BPBD Pastikan Jalur Pantura Aman untuk Arus Balik0
- Silaturahmi ke Ulama, Ahmad Luthfi Diwejangi Tetap Sabar dan Muliakan Rakyat 0
- 4 Juta Ternak di Batang Hanya Bergantung pada Satu Dokter, Ini Penyebabnya0
“Harapannya tanggul lebih stabil dan aman,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, pemasangan sandbag bisa dilakukan cepat, sementara bronjong membutuhkan waktu karena harus dipasang secara presisi agar tidak kembali retak atau longsor.
Menurut Henggar, retakan terjadi karena perbaikan sebelumnya dilakukan secara darurat dan cepat, dengan target tiga hari selesai pascakejadian jebol menjelang Lebaran.
Saat ini, Pemprov meminta penanganan segera dipercepat mengingat curah hujan masih terjadi. Langkah antisipasi penting agar kerusakan tidak semakin parah saat debit air meningkat.
“Sudah kami komunikasikan dengan BBWS, segera ditangani,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengingatkan pentingnya perawatan tanggul secara berkelanjutan. Ia mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat ikut menjaga, termasuk dengan menanam pohon di sekitar tanggul dan tidak membuang sampah sembarangan. (one/redaksi)











