- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Silaturahmi ke Ulama, Ahmad Luthfi Diwejangi Tetap Sabar dan Muliakan Rakyat

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat silaturahmi ke kediaman Habib Luthfi bin Yahya di kompleks Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan, Kamis (26/3/2026).
Pekalongan, infojateng.id – Di tengah rangkaian silaturahmi Idulfitri,
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendapat pesan dari para ulama tentang
kesabaran dan kemuliaan terhadap rakyat sebagai kunci dari seorang
kepemimpinan.
Pesan itu disampaikan kepada Ahmad Luthfi dalam memimpin Jawa
Tengah dengan segenap persoalan yang dialami masyarakatnya.
Silaturahmi ke sejumlah ulama di Pekalongan dan Semarang itu
dalam momentum Idulfitri 1447 Hijriah, Kamis (26/3/2026).
Baca Lainnya :
- 4 Juta Ternak di Batang Hanya Bergantung pada Satu Dokter, Ini Penyebabnya0
- Bupati Apresiasi Program Balik Gratis Polres Karanganyar, Ratusan Perantau Kembali dengan Aman dan N0
- Aktivasi IKD di Wonogiri Tembus 40,03 Persen, Lampaui Target Nasional0
- Ini Cara Silaturahmi Bupati Karanganyar dan Wakilnya dengan Masyarakat, dari Daring Hingga Riding0
- Bupati Magelang Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Daerah0
Kunjungan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan
nilai-nilai kepemimpinan di tengah dinamika persoalan daerah.
Rangkaian kegiatan diawali di Pondok Pesantren Terpadu Al-Fusha,
Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Di sana, Ahmad Luthfi bertemu dengan pengasuh
pondok, KH Muhammad Dzilqon.
Pertemuan berlangsung hangat meski diguyur hujan yang membasahi
wilayah Pekalongan sejak malam sebelumnya.
Dalam perbincangan, Ahmad Luthfi sempat mengungkapkan adanya
laporan tanggul Sungai Bremi yang jebol. Ia menegaskan akan segera meninjau
lokasi usai pertemuan tersebut.
“Hujan terus dari semalam, Kiai. Ini tadi sudah ada laporan
tanggul jebol di Pekalongan, habis ini saya ke sana,” ujar Luthfi.
Menanggapi hal itu, KH Dzilqon menyampaikan pesan mendalam
terkait kepemimpinan. Ia menekankan pentingnya kesabaran dalam menjalankan
amanah, serta mengingatkan bahwa memuliakan orang lain merupakan salah satu
jalan menuju kesuksesan.
“Jenengan kedah sabar. Kudu mlaku, kudu sabar (Anda harus sabar.
Harus berjalan, harus sabar),” pesan KH Dzilqon.
Ia juga menambahkan, seorang pemimpin harus senantiasa menebar
senyum dan memuliakan rakyatnya sebagai bagian dari ikhtiar membangun daerah.
Usai dari Al-Fusha, Ahmad Luthfi melanjutkan silaturahmi ke kediaman Habib Luthfi bin Yahya di kompleks Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan.
Dalam pertemuan tersebut, Luthfi mengenang kedekatannya dengan Habib Luthfi yang telah terjalin sejak hampir dua dekade lalu, tepatnya saat ia menjabat sebagai Kapolres Batang.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan,
diwarnai cerita-cerita perjalanan panjang keduanya dalam berbagai momentum.
Di sela agenda tersebut, Ahmad Luthfi juga menyempatkan diri
meninjau langsung kondisi tanggul Sungai Bremi yang jebol di wilayah Pabean
Barat, Kota Pekalongan.
Langkah itu menjadi bentuk respons cepat pemerintah terhadap
situasi darurat yang dihadapi masyarakat.
Selanjutnya, Ahmad Luthfi bertolak ke Kota Semarang untuk bersilaturahmi
dengan KH Shodiq Hamzah, pengasuh Pondok Pesantren Asshodiqiyah, Kaligawe.
Dalam kunjungan itu, ia kembali menerima pesan serupa dari para
ulama agar selalu sabar dan terus menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat.
Menanggapi berbagai pesan tersebut, Ahmad Luthfi menegaskan
komitmennya untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan
persoalan daerah.
Ia mengaku telah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat
daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk
bergerak bersama.
“Kita dorong seluruh OPD berkolaborasi, termasuk bupati dan wali
kota, agar kompak menyelesaikan persoalan masyarakat,” tegasnya.
Silaturahmi ini tidak hanya menjadi tradisi Idulfitri, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat nilai kepemimpinan yang berpijak pada kesabaran, kebersamaan, dan keberpihakan kepada rakyat. (eko/redaksi)











