- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Hemat Ongkos, Program Balik Rantau Gratis Pemprov Jateng Disambut Antusiasme Peserta

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberangkatkan peserta program balik rantau gratis dengan moda kereta api dari Stasiun Tawang, Semarang, Jumat (27/3/2026).
Semarang, infojateng.id - Gubernur Jawa Tengah
Ahmad Luthfi memberangkatkan peserta program balik rantau gratis dengan moda
kereta api dari Stasiun Tawang, Semarang, Jumat (27/3/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari
fasilitasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk membantu masyarakat,
khususnya pekerja informal, kembali ke perantauan usai merayakan Lebaran di
kampung halaman.
Luthfi menjelaskan, program balik rantau gratis ini difasilitasi dengan moda kereta api dan bus. Khusus pada hari ini, pemberangkatan dilakukan dengan kereta api dari Stasiun Tawang. Ada sebanyak 320 penumpang diberangkatkan menggunakan empat gerbong kereta api.
Baca Lainnya :
- Tanggul Sungai Tuntang Retak, Pemprov Jateng Minta Perbaikan Dipercepat0
- Pascalebaran, Disdukcapil Batang Dipadati Ratusan Pemohon Layanan Kependudukan 0
- Tingkatkan Budaya Baca dan Literasi Lewat Video Melalui Bimtek0
- Hujan Deras Guyur Batang, BPBD Pastikan Jalur Pantura Aman untuk Arus Balik0
- Silaturahmi ke Ulama, Ahmad Luthfi Diwejangi Tetap Sabar dan Muliakan Rakyat 0

Program ini merupakan bagian dari
skema pelayanan Pemprov Jateng bersama sejumlah pemerintah kabupaten/kota, Bank
Jateng, dan para pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, bantuan transportasi
gratis sangat berarti bagi warga yang bekerja di sektor informal. Sebab, bisa jadi mereka
telah mengeluarkan banyak anggaran selama mudik di kampung halaman.
“Mereka yang sudah mudik di Jawa
Tengah, sudah belanja di kampungnya masing-masing, dia pulang itu uangnya sudah
tipis. Sehingga dengan adanya program balik rantau gratis ini, mereka sangat
senang sekali,” kata Luthfi disela acara pelepasan.
Luthfi menyatakan, program ini
merupakan wujud kehadiran Pemprov
Jateng, di tengah kebutuhan masyarakat, terutama kelompok pekerja informal.
Dalam kesempatan itu, Luthfi berharap,
kepada warga Jawa Tengah yang kembali bekerja di perantauan agar tetap menjaga
semangat, bekerja keras, dan menaati hukum.
Menurutnya, keluarga di kampung
halaman menaruh harapan besar kepada mereka.
Ia menambahkan, karakter masyarakat
Jawa Tengah yang guyub, rukun, rajin bekerja, dan menjunjung toleransi harus
terus dijaga. Karekter tersebut sebagai modal sosial saat kembali ke
perantauan.
Salah seorang peserta program balik
rantau gratis, Susanto mengaku,senang dengan program tersebut, karena membantu
pengeluaran keluarganya. Tahun ini ia mudik bersama istri dan dua anaknya.
“Ini menghemat banget, membantu kami
menekan pengeluaran,” ujar warga asal Pati yang hendak merantau di Bekasi ini.
Ia menyatakan, sudah berulangkali
menikati program tersebut, namun sebelumnya selalu menggunakan armada bus.
Adapun perjalanan balik rantau dengan kereta api kali ini menjadi pengalaman
pertama bagi keluarganya.
Ia mengaku senang karena kedua anaknya
bisa merasakan pengalaman naik kereta jarak jauh untuk pertama kali.
“Senang, soalnya bisa mengajak
anak-anak yang belum pernah naik kereta,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Nani Rusmalani,
perantau asal Demak yang sehari-hari tinggal di Bogor. Ia bersama suaminya,
Zainal Mubarok, mengikuti program balik gratis kereta api untuk pertama
kalinya.
Menurut Nani, sebelumnya saat mudik ke
kampung halaman ia menempuh perjalanan menggunakan bus.
Karena itu, pengalaman mengikuti
program balik gratis dengan kereta api kali ini terasa berbeda dan
menyenangkan.
“Baru pertama kali ikut balik rantau
gratis kereta ini. Kemarin mudik pulang naik bus. Pengalamannya seru,” ujarnya.
Sementara itu, Zainal Mubarok mengaku
biasanya ia mudik secara mandiri dengan biaya perjalanan yang tidak sedikit.
Karena itu, program balik rantau gratis sangat membantu dari sisi ekonomi.
“Biasanya mudik umum, habisnya sampai
Rp1 juta per orang. Jadi ini sangat membantu,” ucapnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada
Pemprov Jateng dan berharap ke depan jumlah gerbong yang disediakan untuk
program mudik dan balik rantau gratis bisa ditambah.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak
Luthfi atas dukungannya. Harapan ke depan mudah-mudahan lebih banyak gerbong
yang disediakan untuk yang mudik gratis,” tandasnya. (eko/redaksi)











