- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Dukung Pemanfaatan Limbah, ASN Batang Sukses Kumpulkan Jelantah
Keterangan Gambar: Pengumpulan minyak jelantah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang berhasil memecahkan rekor MURI. Dok. Diskominfo Batang
Batang, infojateng.id – Dalam mendukung pemanfaatan limbah, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang sukses mengumpulkan minyak jelantah.
Program pengumpulan minyak jelantah yang diinisiasi TP
PKK Batang hingga masuk ke rekor MURI belum lama ini, merupakan hasil
kolaborasi bersama PT. Gapura Mas Lestari (GML) dala pengolahannya.
Selain memberikan manfaat secara ekonomis, nyatanya
kemanfaatan dari program tersebut adalah mampu membersihkan lingkungan dari
limbah minyak jelantah.
Program
tersebut mampu menarik perhatian MURI hingga memecahkan rekor pengumpulan
minyak jelantah hingga 11 ribu liter dari seluruh unsur Aparatur Sipil Negara
(ASN) di lingkup Pemkab Batang.
Perwakilan
Purchasing GML, Dhika Dwi Chandra menerangkan, apabila dihitung secara ekonomi
secara keseluruhan dapat mendatangkan keuntungan yang cukup banyak.
“Dari 11
ribu liter yang terkumpul bisa dirupiahkan sebanyak Rp80 juta. Namun sebetulnya
nilai kemanfaatannya lebih dari itu, yakni selain menjaga alam lebih lestari,
hasil pengolahannya bisa dimanfaatkan jadi bahan bakar pesawat terbang berupa
Bioavtur yang lebih ramah lingkungan,” kata Dhika, saat memantau di Pendopo
Kabupaten Batang, Senin (13/4/2026).
Setelah
seluruhnya terkumpul, proses pengolahan akan dilakukan di Semarang hingga dapat
diekspor ke beberapa negara termasuk dimanfaatkan di dalam negeri. Biasanya
Bioavtur kami ekspor ke Eropa, sebagian Singapura dan Korea.
Hingga saat
ini sejumlah instansi telah mengumpulkan untuk mendukung pemanfaatan limbah
minyak jelantah sebagai bahan bakar ramah lingkungan sekaligus mendatangkan
keuntungan.
“Hari ini
instansi terbanyak Bidang Pendidikan SMP yang mampu mengumpulkan sebanyak 1.200
liter. Jika dirupiahkan mencapai Rp9 juta, sedangkan per liternya dihargai Rp7
ribu,” jelasnya.
Respons
positif ditunjukkan Staf Disperpuska Batang, Sawal yang memandang nilai
kemanfaatan limbah minyak jelantah dirasakan oleh alam maupun masyarakat.
“Yang pasti
selain mendatangkan cuan, alam jadi lebih bersih bebas dari minyak jelantah
yang tiap hari dihasilkan rumah tangga, alhamdulillah bisa terkumpul 41 liter,”
ungkapnya.
Ia mendukung
dan bersyukur pengumpulan minyak jelantah belum lama ini, berhasil memecahkan rekor
MURI.
“Semoga setelah ini ada tim dari Pemda yang membantu
pengumpulannya biar rumah bersih dari limbah jelantah dan dapat cuan lagi,”
ujar Sawal. (eko/redaksi)











