Breaking News
- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Gubernur Ahmad Luthfi Jadikan Sektor Pendidikan sebagai Instrumen Pengentasan Kemiskinan

Keterangan Gambar : Pelantikan dan penyerahan SK Kepala Sekolah serta Jabatan Fungsional PNS dan PPPK di Wisma Perdamaian, Kota Semarang.
Semarang, Infojateng.id – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa sektor pendidikan memiliki peran penting sebagai instrumen strategis dalam mengentaskan kemiskinan di wilayahnya.
“Pendidikan berperan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar memiliki daya saing,” ujar Luthfi saat pelantikan dan penyerahan SK Kepala Sekolah serta Jabatan Fungsional PNS dan PPPK di Wisma Perdamaian, Kota Semarang.
Ia menjelaskan, Pemprov Jawa Tengah terus mendorong penurunan angka kemiskinan. Per September 2025, tingkat kemiskinan tercatat sebesar 9,39% atau sekitar 3,34 juta jiwa, turun dari sebelumnya 9,58%.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penataan pejabat di 645 satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB melalui rotasi dan promosi. Secara simbolis, SK diserahkan kepada 164 kepala sekolah yang hadir langsung, sementara lainnya mengikuti secara daring. Selain itu, juga dilantik 17 pejabat fungsional PNS dan 3.018 PPPK.
Luthfi berpesan agar para pejabat yang dilantik bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi profesionalisme. Ia juga mengingatkan agar para kepala sekolah, guru, dan PPPK tetap rendah hati serta menjadi teladan bagi siswa.
Salah satu kepala sekolah yang baru dilantik, Berti Sagendra, mengaku siap mengemban tugas sebagai Kepala SMKN 6 Kota Semarang. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara sekolah dan dunia usaha agar lulusan lebih mudah terserap di dunia kerja.
Sementara itu, Agus Nugroho, guru PPPK di SMKN 1 Boyolali, mengaku bersyukur setelah penantian panjang akhirnya resmi diangkat sebagai PPPK Guru.
“Ini menjadi tanggung jawab moral bagi kami untuk terus mengabdi dan memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan,” ujarnya. (one/redaksi)
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments











