- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Gubernur Luthfi Dorong PPRT Batang Jadi Contoh Daerah Lain di Jateng
Keterangan Gambar: Ziarah Kebangsaan PPRT Batang bertempat di Kompleks Makam Sunan Kajoran, Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, Minggu (12/4/2026).
Batang, infojateng.id – Gubernur
Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong agar Perkumpulan Pengurus Rukun Tetangga
(PPRT) Kabupaten Batang menjadi percontohan daerah lain di Jawa Tengah.
Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat menghadiri
acara Ziarah Kebangsaan PPRT Kabupaten Batang dalam rangka memperingati HUT
ke-60 Kabupaten Batang di Kompleks Makam Sunan Kajoran, Desa Gringgingsari,
Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Minggu (12/4/2026).
"Saya akan coba Kabupaten Batang ini
menjadi percontohan atau role model PPRT di seluruh kabupaten/kota di Jawa
Tengah, " kata Luthfi.
Ia menjelaskan, ketua RT memiliki tugas dan
peran yang sangat penting, terutama dalam penyampaian informasi dan
pembangunan.
Di Jawa Tengah, RT akan menjadi peran sentral
dan ujung tombak untuk pembangunan. Seorang RT harus hafal dan tahu perihal
seluk- beluk warganya.
"Pembangunan kita berangkat dari RT. Di
Jawa Tengah itu ada sekitar 204 ribu RT. Nah salah satu syarat pembangunan
adalah jaminan keamanan dan ketertiban. Soliditas tingkat RT ini akan menjamin
kepastian ketentraman warga," ujarnya.
Adapun untuk mendorong PPRT Kabupaten Batang
menjadi percontohan seluruh kabupaten/kota, Luthfi memiliki
inisiatif untuk memberikan pendidikan atau pelatihan kepada ketua RT.
Apalagi, PPRT Kabupaten Batang ini
merupakan satu-satunya perkumpulan RT yang ada di Jawa Tengah dan nasional.
Terbentuk sekitar tahun 2017 silam, PPRT Batang terus bertahan dan berkembang
sehingga memiliki anggota ribuan, hampir seluruh RT di masing-masing desa di
Kabupaten Batang bergabung di dalamnya.
Dewan Pendiri PPRT Kabupaten Batang Zainal
Muttaqin menjelaskan, organisasainya berdiri pada 7 Juli 2017. Sejak tahun itu,
setiap tahun digelar ziarah kebangsaan sebagai rasa syukur dan penghormatan
kepada jasa para pahlawan. Juga menghayati perjuangan para leluhur.
"Kepada gubernur dan bupati, kami berharap
para RT ini mendapatkan bimbingan pelatihan, sehingga
tahu apa yang jadi tugas pokoknya," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Batang M Faiz Kurniawan
akan berupaya meningkatkan kesejahteraan para pengurus RT. Kuncinya adalah
pemerintah daerah bagus bisa mandiri secara fiskal lebih dulu.
Salah satu caranya adalah meningkatkan
kepercayaan agar investasi ramai masuk ke Batang, juga pada sektor perhotelan,
pariwisata, dan lainnya.
"Kita jaga keguyuban agar Batang tambah
ramai, sehingga PAD bisa ditingkatkan dan mandiri secara fiskal," kata
bupati.
Menurut dia, peran RT sangat penting dalam
menjaga keharmonisan sosial, serta menyampaikan informasi yang benar kepada
masyarakat di lingkungannya masing-masing.
“Kegiatan ini diharapkan, dapat memperkuat peran RT sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan di Kabupaten Batang maupun Jawa Tengah,” ujarnya. (eko/redaksi)











