- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Hewan Kurban di Jateng Melimpah, Pengawasan Diperketat

Semarang, infojateng.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memastikan stok hewan kurban untuk Iduladha 2026 dalam kondisi surplus. Dari total populasi ternak sekitar 6,3 juta ekor, diperkirakan sebanyak 593.168 ekor siap memenuhi kebutuhan kurban masyarakat tahun ini.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jawa
Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan, kebutuhan hewan kurban tahun
ini diperkirakan mencapai 9-10 persen dari total populasi ternak di Jateng.
Jumlah tersebut dinilai aman karena Jawa Tengah
menjadi salah satu lumbung ternak nasional. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi,
juga menggadang-gadang tahun ini sebagai swasembada pangan.
Baca Lainnya :
“Keseluruhan sekitar 6,3 juta ekor. Sedangkan untuk
kurban sekitar 9-10 persen atau 593.168 ekor. Jadi jelas terpenuhi,” ujar
Frans, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, kebutuhan hewan kurban 2026 terdiri
atas 140.745 ekor sapi, 321.872 ekor kambing, 126.078 ekor domba, dan 4.472
ekor kerbau. Untuk sapi, kambing, dan domba, Jawa Tengah tercatat mengalami
surplus stok. Sementara untuk kerbau masih defisit karena ketersediaannya hanya
sekitar 1.204 ekor.
Menurut Frans, stok hewan ternak di Jateng juga
dipastikan mampu memenuhi kebutuhan program bantuan sapi kurban dari Presiden.
Program tersebut menyiapkan sapi berbobot minimal satu ton untuk setiap
kabupaten/kota serta satu ekor tambahan untuk tingkat provinsi, dengan total 36
ekor.
Selain memastikan ketersediaan, Pemprov Jateng juga
memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak menjelang Iduladha guna
mencegah penyebaran penyakit antarwilayah maupun dari luar provinsi.
Pengawasan dilakukan di sejumlah wilayah perbatasan
seperti Kabupaten Rembang, Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri. Petugas akan
memeriksa kesehatan ternak yang masuk dan mengimbau agar hewan yang tidak sehat
tidak diperjualbelikan.
“Bukan hanya untuk kurban, misalnya hewan ternak untuk
MBG, kami minta surat keterangan sehat. Jadi ketika hewan ternak berpindah
harus ada surat tersebut dan kesehatannya sudah dicek,” ungkapnya.
Berdasarkan data Distannak Jateng, tren pemotongan
hewan kurban pada 2024-2025 mengalami peningkatan untuk hampir seluruh jenis
ternak. Pemotongan sapi naik 8,9 persen, kambing meningkat 22,3 persen, dan
domba melonjak 25,7 persen. Sementara pemotongan kerbau justru turun 11,6
persen.
Hingga saat ini, Pemprov Jateng memastikan belum
ditemukan kasus serius terkait kesehatan hewan ternak. Meski demikian,
masyarakat tetap diimbau selektif memilih hewan kurban dengan memperhatikan
kondisi fisik seperti kuku bersih tanpa luka, mata cerah, tidak cacat, serta
tidak mengeluarkan liur berlebihan. (eko/redaksi)











