- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Ikut Peringati May Day, Gubernur Luthfi Sebut Buruh Pahlawan Ekonomi

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersama ribuan buruh dari berbagai daerah memperingati May Day 2026 di alun-alun Bung Karno, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (1/5/2026) pagi.
Semarang, infojateng.id - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersama ribuan buruh dari berbagai daerah memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, dengan kegiatan jalan sehat di alun-alun Bung Karno, Ungaran, Kabupaten Semarang, pada Jumat (1/5/2026) pagi.
Mengusung tema "Kolaborasi Bersama Mewujudkan
Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja", acara ini juga dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekretaris
Daerah Sumarno, serta jajaran Forkopimda Jawa Tengah dan Kabupaten Semarang.
Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi memberikan
apresiasi setinggi-tingginya kepada para buruh.
Baca Lainnya :
- Pemprov Jateng Dukung Penuh Raperda Layanan Publik0
- Gaspol! Ahmad Luthfi Gandeng TNI Sulap Gunungan Sampah Jadi Bahan Bakar0
- Jateng Fokus Matangkan Perda Pajak Kendaraan Listrik0
- Info Lur! Gelaran CJIBF 2026 Dimeriahkan 30 Investor dan 75 UMKM Unggulan0
- Ahmad Luthfi Ajak Buruh Jateng Peringati May Day dengan Kegiatan Konstruktif0
Ia menegaskan, Hari Buruh bukan sekadar seremoni
tahunan, melainkan momentum pengakuan atas perjuangan pekerja dalam memenuhi
hak dan kewajibannya.
Luthfi memaparkan, berkat kontribusi para pelaku
ekonomi, termasuk para buruh,
pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah mencapai angka 5,37 persen.
Angka itu sebuah pencapaian yang berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh
serikat pekerja dan buruh yang telah memberikan kontribusi besar bagi
perkembangan ekonomi, khususnya di wilayah Ungaran dan Jawa Tengah pada
umumnya. Kalianlah pahlawan dalam rangka mengembangkan ekonomi Provinsi Jawa
Tengah. Hidup buruh!" seru Gubernur di hadapan ribuan peserta.
Ia juga memuji harmonisasi hubungan industrial yang
terjalin antara pengusaha, pemerintah, dan pekerja di Jawa Tengah, yang dinilai
menjadi kunci stabilitas ekonomi daerah.
Kemeriahan jalan sehat sepanjang 4 kilometer yang
melintasi rute strategis mulai dari Jl. Sukun hingga Jl. Letjend Suprapto ini
disambut antusias oleh para pekerja. Bagi mereka, pola peringatan dengan
kegiatan positif seperti jalan sehat memberikan nuansa yang lebih tenang dan
akrab.
Salah seorang buruh dari PT Semarang Garmen, Mardia
mengaku senang bisa ikut acara tersebut. Menurutnya, aksi jalan sehat lebih
memberikan rasa aman daripada turun ke jalan dengan tensi tinggi.
"Kami bangga bisa ikut jalan sehat begini. Kalau
demo malah khawatir nanti dadi ambyar (berantakan). Lebih baik jalan sehat
begini saja. Semoga ke depan buruh tambah sukses, jaya, dan selamat
semua," ujar dia.
Ia juga menambahkan bahwa di perusahaannya,
perlindungan terhadap karyawan tetap terjaga dengan baik.
Senada dengan Mardia, Satrio Nugroho, buruh dari PT
Bina Guna Kimia, berharap kemeriahan ini terus berlanjut di tahun-tahun
mendatang dengan partisipasi yang lebih luas. Namun, ia tetap menitipkan pesan
terkait kesejahteraan.
"Harapannya tentu semoga kenaikan gaji bisa lebih
signifikan lagi ke depannya," tuturnya.
Di sisi lain, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja
Nusantara (KSPN) Kabupaten Semarang, Sumanta, melihat kegiatan ini sebagai
titik awal penguatan kerja sama dalam Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit yang
melibatkan unsur pengusaha (Apindo), pekerja, dan pemerintah.
Sumanta menjelaskan serikat buruh di wilayahnya kini
lebih mengedepankan jalur audiensi dan dialog langsung. Ia mencontohkan respons
cepat pemerintah daerah dalam penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun
sebelumnya sebagai alasan mengapa aksi turun ke jalan mulai berkurang.
"Penyampaian aspirasi tidak harus selalu turun ke
jalan kalau komunikasinya lancar. Kecuali kalau sudah buntu, tidak ada titik
temu, baru kita bergerak. Tapi di Kabupaten Semarang, Pak Bupati cukup
responsif terhadap tuntutan kami," jelas Sumanta.
Meski demikian, Sumanta menegaskan bahwa perjuangan
buruh belum usai. Saat ini, pihaknya tengah fokus memperjuangkan upah sektoral,
khususnya untuk sektor garmen dan tekstil yang menjadi potensi terbesar di
Kabupaten Semarang.
Acara yang berakhir kembali di Alun-Alun Bung Karno
ini ditutup dengan pembagian berbagai hadiah menarik. (eko/redaksi)











