- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Jaga Daya Saing Investasi, Jawa Tengah Butuh Pembenahan Logistik Laut

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rapat Koordinasi Sistem Logistik Berbasis Laut di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (11/5/2026).
Semarang, infojateng.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pembenahan logistik laut menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga daya saing investasi dan kawasan industri di wilayahnya.
Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat Rapat Koordinasi
Sistem Logistik Berbasis Laut di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (11/5/2026).
Rapat tersebut membahas penguatan sistem logistik laut
di Jawa Tengah, terutama pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang,
Pelabuhan Kendal, dan dry port di Batang. Ketiganya dinilai menjadi simpul
penting untuk menekan biaya logistik sekaligus menjaga daya saing investasi.
Baca Lainnya :
- Semarang Raya Jadi Proyek Perdana Pengolahan Sampah jadi Listrik Demi Percepat Solusi Krisis Sampah0
- Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Berbagai Proyek Investasi di CJIBF 20260
- Polda Jateng Tangkap Pengedar Sabu di Pedurungan Semarang, 9 Paket Disita0
- Pemkab Rembang-DPR RI Kampanyekan Gerakan Indonesia Sehat0
- Puluhan Juru Masak SPPG di Rembang Ikuti Sertifikasi Chef MBG0
Luthfi mengaku sudah mendorong kepada pemerintah pusat
untuk mendukung percepatan pembenahan infrastruktur logistik berbasis laut
tersebut. Sebab, sekitar 70 persen arus kontainer ke Jawa Tengah masih
bergantung lewat Tanjung Priok DKI Jakarta, sementara yang melalui Tanjung Emas
Semarang baru sekitar 30 persen. Kondisi itu membuat ongkos logistik industri
menjadi lebih mahal.
“Ini yang ingin kita ubah. Karena nanti makin banyak
kawasan industri, makin banyak tenant-nya, maka harus kita perbaiki
pelabuhannya,” ujarnya.
Sementara Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil
Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan, pembenahan pelabuhan laut di Jawa
Tengah menjadi perhatian pemerintah pusat. Sebab, biaya logistik berpengaruh
langsung terhadap biaya produksi pelaku usaha.
“Salah satu hal yang perlu kita kembangkan dan kita
support (dukung) untuk wilayah Jawa Tengah ini adalah pengembangan Pelabuhan
Tanjung Emas,” ujar Todotua.
Menurut dia, biaya logistik menjadi komponen penting
dalam kegiatan industri, perdagangan, dan investasi. Pihaknya akan ikut
mendorong penyelesaian persoalan tersebut bersama kementerian terkait, terutama
Kementerian Perhubungan.
Selain Tanjung Emas, pemerintah juga menyoroti
kebutuhan pengembangan Pelabuhan Kendal dan dry port Batang. Dua kawasan tersebut
dinilai penting karena okupansi industrinya terus meningkat.
Ia menegaskan, penguatan pelabuhan dan jaringan
logistik menjadi syarat penting agar investasi Jawa Tengah tidak melemah.
Rapat tersebut diikuti jajaran pejabat eselon II di
lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan
Kewilayahan RI, serta Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian
Perhubungan Wilayah Jawa Tengah.
Selain itu, turut hadir kepala daerah maupun yang
mewakili dari Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Demak, dan Batang. Termasuk juga
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Tengah, serta jajaran lembaga
dan instansi terkait. (eko/redaksi)











