- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Jateng Kaji Kawasan Industri Halal, Taj Yasin Ingin Kalangan Pesantren Terlibat

Keterangan Gambar : Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung Pesantren Tahfidz Sulaimaniyah Ukhuwah Islamiyah di Batusari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Senin (18/5/2026).
Demak, infojateng.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mengkaji pengembangan kawasan industri halal di wilayahnya. Hal itu sebagai upaya untuk penguatan ekonomi syariah di wiayah tersebut.
Dalam rencana tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah,
Taj Yasin Maimoen, ingin kalangan pesantren ikut terlibat dalam membangun
ekosistem industri halal di Jateng.
Hal itu disampaikan Taj Yasin saat acara peletakan batu
pertama pembangunan Gedung Pesantren Tahfidz Sulaimaniyah Ukhuwah Islamiyah di
Batusari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Senin (18/5/2026).
Baca Lainnya :
Menurutnya, pengembangan kawasan industri halal tidak
hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari
upaya menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat muslim dalam menjalankan
aktivitas konsumsi dan produksi yang sesuai prinsip syariah.
Rencana tersebut selaras dengan arah pembangunan Jawa
Tengah tahun 2027 yang menempatkan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah
sebagai motor pertumbuhan baru.
Dalam kesempatan itu, tokoh yang akrab disapa Gus
Yasin ini menilai pondok pesantren memiliki potensi besar untuk ikut mengambil
peran dalam pengembangan kawasan industri halal.
Pesantren dinilai tidak hanya menjadi pusat pendidikan
agama, tetapi juga dapat menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia dan
pengembangan ekonomi berbasis syariah.
Ia bahkan berharap Pondok Pesantren Sulaimaniyah dapat
ikut berkontribusi dalam pengembangan kawasan industri halal di Jawa Tengah.
"Saya berharap juga nanti Pondok Pesantren
Sulaimaniyah bisa ikut andil membesarkan kawasan industri halalnya kita. Nanti
bareng-bareng, ini baru kita bahas," ujar Gus Yasin.
Sementara itu, Ketua Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah Jawa
Tengah, Dede Sarif Hidayatullah mengatakan, pembangunan pesantren di Mranggen
akan menjadi cabang ke-12 Sulaimaniyah di Jawa Tengah.
“Insyaallah di lokasi ini akan dibangun pondok
pesantren putri dua lantai dengan kapasitas 80 santri dan juga TK
Sulaimaniyah,” katanya.
Saat ini, lanjut Dede, jumlah santri Sulaimaniyah di
Jawa Tengah mencapai sekitar 800 orang. Pada 2025 lalu, sebanyak 88 santri dari
Jawa Tengah juga memperoleh beasiswa pendidikan ke Turki.
Ia berharap keberadaan pesantren tersebut dapat
melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an sekaligus memberikan kontribusi positif
bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
"Mudah-mudahan ini semuanya menjadi keberkahan untuk negeri tercinta kita Indonesia," pungkasnya. (eko/redaksi)











