Daerah

Jateng Tancap Gas Swasembada Pangan 2026, Strategi Lengkap Disiapkan

Admin Utama
Oleh Admin Utama 06 Apr 2026, 22:07:42 WIB  •  Dibaca 103 kali
Jateng Tancap Gas Swasembada Pangan 2026, Strategi Lengkap Disiapkan

Semarang, Infojateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) terus mempercepat langkah menuju swasembada pangan pada 2026. Berbagai strategi terintegrasi berbasis data dan intervensi lapangan disiapkan guna memastikan target produksi dan stabilitas pasokan tercapai.

Kepala Distanak Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, menyebut hingga awal 2026 capaian produksi sejumlah komoditas utama menunjukkan tren positif, meski masih dalam fase awal musim tanam.

Untuk komoditas padi, dari target 10,55 juta ton gabah kering giling (GKG), realisasi hingga April 2026 telah mencapai 4,16 juta ton atau 39,48 persen. Produksi jagung tercatat 984.959 ton dari target 3,7 juta ton (26,62 persen).

Sementara itu, kedelai masih dalam tahap awal dengan capaian 762 ton dari target 52.790 ton (1,44 persen).

Di sektor hortikultura, produksi bawang merah mencapai 144.705 ton dari target 617.015 ton (23,45 persen), sedangkan cabai sebesar 80.892 ton dari target 456.621 ton (17,72 persen).

Sektor peternakan juga menunjukkan progres. Produksi telur mencapai 238.154 ton (25,95 persen), daging 311.042 ton (33 persen), serta susu 17.928 ton (23,41 persen) dari masing-masing target tahunan.

Meski capaian masih bertahap, neraca pangan Jawa Tengah dinilai aman. Per Maret 2026, neraca beras tercatat surplus 702.409 ton. Surplus juga terjadi pada komoditas daging dan telur sepanjang Januari–Maret 2026.

“Yang perlu menjadi perhatian adalah distribusi agar surplus merata dan mampu menjaga stabilitas harga,” ujar Defransisco.

Untuk mendorong peningkatan produksi, Pemprov Jateng mengalokasikan berbagai program strategis sepanjang 2026. Di antaranya bantuan benih dan sarana produksi untuk padi seluas 47.200 hektare, jagung 3.200 hektare, kedelai 3.000 hektare, cabai 310 hektare, serta bawang merah true shallot seed (TSS) seluas 25 hektare.

Intervensi juga menyasar komoditas perkebunan seperti tebu 1.010 hektare, kopi 770 hektare, dan kelapa 540 hektare.

Dari sisi infrastruktur, pemerintah merehabilitasi 334 paket jaringan irigasi tersier dan membangun 75 paket irigasi perpipaan guna menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Modernisasi pertanian diperkuat melalui distribusi alat dan mesin pertanian, seperti 100 unit rice transplanter, 86 unit traktor crawler, 30 unit traktor roda empat, 100 unit pompa air, serta 10 unit combine harvester.

Di sektor perlindungan petani, program asuransi usaha tani padi mencakup 10.449 hektare lahan, serta asuransi tembakau seluas 10.000 hektare. Pemerintah juga memberikan subsidi suku bunga untuk 800 paket pembiayaan petani.

Selain itu, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dan program kesehatan hewan terus digencarkan, termasuk vaksinasi 100.000 ekor ternak serta pengobatan bagi 10.000 ekor.

Defransisco menegaskan, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga keberlanjutan sistem pertanian, seperti penguatan luas baku sawah, peningkatan indeks pertanaman, serta pemanfaatan teknologi pertanian.

Pemprov juga mengembangkan kemitraan “petarung sejati” antara petani dan pelaku usaha untuk menjaga ketersediaan dan distribusi komoditas strategis. Salah satu implementasinya adalah komitmen penyediaan 450 ton cabai rawit merah guna mengantisipasi periode off-season 2026.

Di tengah tantangan alih fungsi lahan dan penurunan luas baku sawah sebesar 17.114 hektare pada 2025—yang berpotensi mengurangi produksi hingga 191.297 ton—Pemprov Jateng memperkuat koordinasi lintas sektor.

Sinergi dilakukan bersama pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, hingga aparat keamanan untuk memastikan target produksi dan distribusi berjalan optimal.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen terus mendorong percepatan swasembada pangan daerah, sejalan dengan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.

“Kolaborasi menjadi kunci. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis target swasembada pangan tercapai sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan kesejahteraan petani,” pungkasnya. (one/redaksi)

Iklan Detail Berita
Komentar Facebook

Tuliskan Komentar Anda