- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Kostum Berkarakter Meriahkan HUT Ke-47 SMPN 2 Batang

Keterangan Gambar : Pelajar mengenakan kostum berkarakter unik mengikuti kirab Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-47 SMP Negeri 2 Batang. Dok. Diskominfo Batang
Batang, infojateng.id – Ratusan pelajar mengenakan kostum
berkarakter unik untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-47 SMP Negeri 2
Batang.
Ragam kostum unik itu menjadi media anak didik untuk
mengekspresikan kebahagiaan dan kebanggaannya terhadap tempat mereka menempuh
pendidikan menuju kesuksesan nanti.
Kostum berkarakter seperti tokoh pewayangan,
legenda, bahkan karakter unik yang berisi pesan moral pun dikenakan, agar
masyarakat mudah memahaminya.
Baca Lainnya :
- Diskominfo Batang Kumpulkan 59 Liter Minyak Jelantah, Siap Pecahkan Rekor Muri0
- Event Budaya hingga Sport Tourism Bakal Ramaikan Hari Jadi ke-1.120 Kota Magelang0
- Wali Kota Magelang Tekankan Kualitas Pelayanan Publik kepada Peraih Zona Integritas0
- Resmi! M Syawalludin Dilantik sebagai Sekda Boyolali0
- Alun-alun Rembang Sisi Timur Diperbaiki Sementara 0
Kepala SMP Negeri 2 Batang Moehammad Santoso berupaya
menampilkan parade bertajuk Spentwo Fest, melibatkan anak didik, untuk
menunjukkan kreativitas dan inovasinya.
“Tema karakter yang ditampilkan sangat beragam,
ditunjukkan dengan antusias anak yang mengenakan berbagai tokoh karakter lokal
bahkan menunjukkan pesan edukatif tentang kesehatan dan kebersihan,” jelas
Santoso saat ditemui di area SMPN 2 Batang, Kamis (2/4/2026).
Tak hanya itu, siswa juga diberikan kesempatan untuk
berkreasi dengan menghias ruang kelas yang dilombakan, sehingga menjadikan
suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan.
Di samping itu, sejumlah pelaku UMKM sekitar pun
turut diundang untuk memeriahkan even ulang tahun sekolah sekaligus upaya
menggerakkan perekonomian setempat.
Sementara ini pihaknya hanya mengundang delapan UMKM
dengan produk makanan ringan kekinian, termasuk kantin sekolah pun
berpartisipasi.
“Sebetulnya banyak yang daftar, tapi karena
terbatasnya tempat, hanya beberapa perwakilan yang produknya nanti bisa
dibeli,” kata dia.
Dari sisi kolaborasi pun ditunjukkan dengan
menggelar lomba poster dan Tartil Al-Quran menggandeng siswa kelas 5 dan 6
sejumlah SD setempat.
“Semoga gelaran kali ini bisa memotivasi prestasi
anak didik yang sudah baik ini, makin meningkatkan di tahun mendatang,”
harapnya.
Respons positif pun ditunjukkan Sri Wahyuni, guru
mata pelajaran bahasa Indonesia yang telah 39 tahun mengabdikan dirinya untuk
kemajuan SMPN 2 Batang.
Ia mengaku kemajuan yang terjadi sangat pesat, sejak
tahun 1987 mengajar hingga kini, mulai dari Sekolah Teknik hingga bertransformasi
menjadi SLTP Negeri 2 Batang.
“Kemajuannya sangat pesat, saya mengikuti tiap
pergantian kepala sekolah. Sejak Pak Mulyono hingga Pak Santoso, semua punya
visi misi yang membangun SMP 2 Batang, dengan keunggulan prestasi di bidang
olahraga maupun lainnya,” ungkap Sri Wahyuni.
Menariknya, untuk pertama kalinya pihak sekolah
melibatkan pelaku UMKM dengan membuka stan penjualan selama even berlangsung.
Dukungan pun ditunjukkan oleh Iis pedagang cireng
yang telah 10 tahun menjadi mengelola kantin sekolah.
Diakuinya, pelibatan UMKM maupun pengelola kantin
baru pertama kali dan sangat berdampak positif karena ikut menjadi bagian
Kemeriahan hari ulang tahun SMPN 2 Batang.
“Senang sekali pertama kalinya bisa gabung dan
jualan di acara ulang tahun sekolah, semoga ke depan pengelola kantin makin
banyak pembelinya, di tengah program MBG,” tutur Iis.
Salah satu siswa Rio, sengaja berkostum layaknya
hantu pocong karena merasa kostum karakter tersebut sangat unik.











