- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Libur Lebaran, Kunjungan Wisata Jateng Melonjak 5,25 Persen

Semarang, infojateng.id – Libur panjang Lebaran 2026 mendorong lonjakan kunjungan wisata di Jawa Tengah. Tercatat, jumlah wisatawan meningkat 5,25 persen dibanding tahun lalu, dengan destinasi berbasis kawasan kota dan ikon budaya menjadi magnet utama di tengah tren baru “visual tourism”.
Dinas
Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Jawa
Tengah mencatat peningkatan signifikan kunjungan wisatawan selama periode libur
Lebaran 1447 Hijriah.
Kepala
Disbudparekraf Jawa Tengah, Hanung Triyono, menyampaikan total kunjungan
wisatawan sejak H-7 atau 13 Maret hingga H+4 Lebaran, 25 Maret 2026, mencapai
687.470 kunjungan.
Baca Lainnya :
- Wagub Jateng Kunjungi Masjid Bersejarah Terbakar di Boyolali0
- Demak Buka Uji Kompetensi Pelatihan Digital Marketing dan Pemandu, Catat Tanggalnya0
- Curhatan Difabel di Hadapan Wagub, Sulit Bantuan Hingga Minta Bantuan ke Luar Negeri0
- Pastikan Pelayanan Sudah Aktif, Bupati Arief Sidak Pascalibur Lebaran0
- ASN Pemkab Blora Awali Kerja dengan Halalbihalal Pascalibur Lebaran 20260
Angka
tersebut meningkat 5,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang
tercatat sebanyak 653.178 kunjungan.
“Pada libur
Lebaran tahun ini hingga 25 Maret mencapai 687.470 kunjungan. Ini naik 5,25
persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Hanung, Kamis
(26/3/2026).
Ia
menjelaskan, peningkatan tersebut dipantau melalui sembilan destinasi utama
yang menjadi indikator, yakni Candi Borobudur, Owabong Purbalingga, Baturraden
Banyumas, Guci Tegal, Pantai Menganti Kebumen, Kota Lama Semarang, Masjid Agung
Demak, Makam Sunan Kalijaga Demak, dan Candi Prambanan.
Dari
sejumlah destinasi tersebut, Kota Lama Semarang mencatat jumlah kunjungan
tertinggi dengan 222.856 wisatawan. Disusul Masjid Agung Demak sebanyak 124.363
pengunjung dan Candi Prambanan sebanyak 94.858 pengunjung.
Menurut
Hanung, tren wisata saat ini menunjukkan pergeseran preferensi masyarakat.
Wisatawan cenderung memilih destinasi berbasis kawasan kota dan ikon budaya
yang menawarkan pengalaman visual menarik.
“Terjadi
pergeseran dari wisata alam ke wisata urban dan ikon destinasi. Wisatawan kini
lebih mencari pengalaman visual yang kuat untuk dokumentasi,” jelasnya.
Fenomena
tersebut dikenal sebagai “visual tourism”, di mana destinasi yang memiliki
nilai estetika tinggi dan dinilai “instagramable” menjadi pilihan utama,
khususnya bagi generasi muda.
Selain
faktor tren, kondisi cuaca juga memengaruhi pola kunjungan. Cuaca kurang
bersahabat di sejumlah kawasan pegunungan mendorong wisatawan beralih ke
destinasi yang dinilai lebih aman dan nyaman.
Data
Disbudparekraf juga menunjukkan lonjakan kunjungan mulai terjadi sejak H-1
Lebaran dan mencapai puncaknya pada H+2, menandakan periode pascalebaran masih
menjadi waktu favorit masyarakat untuk berwisata.
Ke depan,
Hanung menilai pengelola destinasi perlu beradaptasi dengan perubahan tren
tersebut, terutama dengan memperkuat konsep pengalaman dan daya tarik visual.
“Penguatan
konsep experience dan visual menjadi kunci untuk menarik wisatawan, khususnya
generasi muda,” ujarnya.
Sementara
itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebelumnya mendorong para pemudik untuk
menikmati potensi wisata daerah.
Namun, ia
tetap mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap cuaca ekstrem dan tetap
mengutamakan keselamatan selama berlibur. (eko/redaksi)











