- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Menteri Maruarar Puji Lompatan Program Perumahan Jateng

Brebes,
infojateng.id - Menteri Perumahan dan Kawasan
Permukiman, Maruarar Sirait, memuji lonjakan program perumahan di Jawa Tengah
yang dinilai mengalami lompatan signifikan pada 2026.
Dari sebelumnya hanya 7.532 unit rumah subsidi pada
tahun lalu, kini jumlahnya ditargetkan minimal mencapai 30 ribu unit.
“Kenaikannya
sekitar 23 ribu unit. Ini membuktikan program tiga juta rumah arahan Presiden
Prabowo Subianto berjalan dengan lompatan yang luar biasa,” kata Maruarar saat
kunjungan di Brebes, kemarin.
Baca Lainnya :
- Taj Yasin Dorong Bentuk Satgas Anti-Kekerasan Seksual di Ponpes Cegah Tindak Asusila 0
- Polisi Bekuk Pria Asal Pati Gegara Gelapkan Ikan Rp3,1 Miliar untuk Judi Online0
- Inovasi “SIKANCIL ALASKA” Jadi Benteng Anak dari Narkoba dan Kenakalan Remaja0
- Bupati Boyolali Berangkatkan Dua Kloter Jemaah Calon Haji0
- Siap Tata Ruang dan Infrastruktur, Desa Clapar Subah Akan Dibangun Sekolah Rakyat0
Menurut
Maruarar, Jawa Tengah saat ini menjadi provinsi dengan serapan KPP atau KUR
perumahan terbesar di Indonesia. Ia juga mengapresiasi kinerja Bank Jateng yang
disebut sebagai salah satu bank pembangunan daerah dengan penyaluran pembiayaan
perumahan terbesar secara nasional.
“Saya
dengar juga KUR Perumahan itu termasuk yang paling tinggi di Jawa Tengah.
Terima kasih, Pak Gubernur,” ujar Maruarar sembari mengacungi jempol ke
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Ia
bahkan sempat menyinggung komunikasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang terus
meminta tambahan kuota program perumahan kepada pemerintah pusat.
“Ini
sudah bagus Pak Gub. Sudah ada segini, minta nambah segini. Nanti kita kasih tambahan,”
ucap Maruarar disambut tawa hadirin.
Tak
hanya program rumah subsidi, capaian program bedah rumah di Kabupaten Brebes
juga mengalami lonjakan tajam. Jika pada 2025 program tersebut hanya menyasar
20 unit rumah, maka pada 2026 meningkat menjadi 600 unit atau naik 30 kali
lipat.
“Dulu
tahun 2025 bedah rumah di Brebes berapa? Dua puluh. Tahun ini 600. Jadi naiknya
30 kali lipat,” tegas Maruarar.
Peningkatan
kuota rumah subsidi dan bedah rumah itu disebut menjadi bagian dari percepatan
program nasional penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah,
sekaligus memperkuat sektor ekonomi daerah melalui pembiayaan perumahan.
Gubernur
Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam
percepatan penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di Jawa Tengah. Menurutnya,
program bedah rumah menjadi langkah strategis untuk menekan angka kemiskinan
sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ia
menegaskan, penanganan RTLH harus terus diperkuat agar masyarakat
berpenghasilan rendah memiliki hunian layak dan tidak kembali terjebak dalam
lingkar kemiskinan.
“Pembangunan
perumahan merupakan bagian dari pelayanan dasar yang membutuhkan kolaborasi
lintas sektor, mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah
desa. Harus bareng-bareng,” ujar Luthfi.
Pemprov Jateng, lanjut dia, terus memperkuat program bedah rumah di 35 kabupaten/kota untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat, khususnya warga berpenghasilan rendah. (eko/redaksi)











