- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Menteri PPN Dorong Kesejahteraan Peternak Boyolali

Keterangan Gambar : Menteri PPN atau Kepala Bappenas Rachmad Pambudy saat berjunjung ke tempat pendingin susu di Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Rabu (29/4/2026). Dok. Pemkab Boyolali
Boyolali, infojateng.id – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmad Pambudy berkunjung ke tempat pendingin susu di Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Rabu (29/4/2026).
Kunjungan
itu akan menjadi angin segar bagi para peternak Kota Susu, karena tujuan
kehadiran Menteri tersebut adalah memberikan dukungan agar peternakan di
Kabupaten Boyolali semakin berkembang.
Bupati
Boyolali Agus Irawan bersama Sekretaris Daerah (Sekda) M. Syawalludin menyambut
dan mendampingi kunjungan Menteri Rachmat untuk menemui langsung para peternak
milenial Desa Sukabumi.
Baca Lainnya :
- Bogemanjir Dapat Bantuan Semen dan FABA, Akses Jalan Kian Mulus0
- Resmi Dibuka, TATAH 2026 Angkat Seni Ukir Jepara ke Level Mahakarya0
- “Ngobras”, Cara BPS Batang Sosialisasikan Sensus Ekonomi0
- Tim Super Priba Batang Juarai Allievo Futsal Championship0
- Regenerasi Jadi Fokus Utama Penyelamatan Batik Rifaiyah0
Ketua KUD
Cepogo, Gito Priyono, mengungkapkan berbagai kendala yang dihadapi para
peternak sekarang ini. Ia menyebut, masalah utama peternak adalah permodalan,
sehingga kebanyakan peternak Boyolali hanya memiliki dua atau tiga ekor sapi,
padahal standar kelayakan peternak harusnya memelihara lima ekor sapi.
Selain itu,
kendala lain yang dihadapi para peternak adalah mahalnya harga pakan konsentrat
yang saat ini mengalami kenaikan. Gito juga mengeluhkan, kurangnya tangki
pendingin susu di KUD Cepogo untuk menampung hasil panen para peternak.
Menanggapi
permasalahan tersebut, Sekda Boyolali menjelaskan, ke depannya Menteri Rachmat
akan menggelontorkan bantuan berupa bibit sapi impor jenis FH, tiga buah tangki
pendingin susu, dan wacana pembangunan pabrik pakan konsentrat di Boyolali.
“Itu
persoalan yang akan kita benahi untuk peternakan di Boyolali, karena
bagaimanapun sektor pertanian dan peternakan ini menjadi penyuplai utama untuk
pertumbuhan ekonomi juga PDRB Boyolali,” ujar Syawal.
Senada,
Bupati Agus mengatakan, ke depan akan ada beberapa program dari pemerintah
pusat yang akan meningkatkan kesejahteraan peternak di Boyolali, yaitu pembangunan
pabrik konsentrat dan pabrik pengolahan susu.
“Kita
berusaha kesana untuk meningkatkan kesejahteraan para peternak,” kata Agus.
Sementara itu,
Menteri Rachmat mengaku, kunjungannya ke Boyolali untuk menemani Bupati Agus
memastikan program-program pembangunannya berjalan dengan baik. Pihaknya memuji
berbagai program yang telah dibuat Bupati Agus sangat bagus.
“Saya kesini memastikan bahwa programnya jalan, Pak Bupati punya program bagus sekali. Mulai dari ngurus sapi, MBG, sampai program-program lain yang hubungannya dengan swasembada pangan, energi dan lain-lain,” ungkap Rachmat. (eko/redaksi)











