- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Pemkab Batang Fasilitasi Pelaku Ekraf, Lindungi Kekayaan Intelektual

Keterangan Gambar : Disparpora Batang fasilitasi para pelaku ekraf untuk mendapatkan kepastian hukum terkait Hak Kekayaan Intelektual di Ruang Ujungnegoro, Bapperida Batang, Kamis (2/4/2026). Dok. Diskominfo Batang
Batang, infojateng.id – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Batang
memberikan kesempatan kepada para pelaku ekonomi kreatif untuk mendapatkan
kepastian hukum terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Kepastian
tersebut merupakan wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Batang melindungi produk
kreasi yang diharapkan mampu meningkatkan nilai jual, sehingga turut mendukung
peningkatan perekonomian pelaku ekonomi kreatif.
Puluhan
produk olahan makanan ringan, herbal hingga produk berkonsep layanan jasa
publik berlomba untuk mendapatkan kepastian HKI.
Baca Lainnya :
- Kostum Berkarakter Meriahkan HUT Ke-47 SMPN 2 Batang0
- Diskominfo Batang Kumpulkan 59 Liter Minyak Jelantah, Siap Pecahkan Rekor Muri0
- Event Budaya hingga Sport Tourism Bakal Ramaikan Hari Jadi ke-1.120 Kota Magelang0
- Wali Kota Magelang Tekankan Kualitas Pelayanan Publik kepada Peraih Zona Integritas0
- Resmi! M Syawalludin Dilantik sebagai Sekda Boyolali0
Sekretaris
Disparpora Batang Sri Sugeng Priyanto mengupayakan, untuk menjembatani para
pelaku ekonomi kreatif mendapat kepastian hukum atas produknya, sehingga
konsumen semakin yakin layanan maupun kualitas suatu produk.
Tujuannya
agar ada peningkatan nilai dari tiap produk ekonomi kreatif itu, khusus saat
ini kami fasilitasi 30 pelaku ekraf di Kabupaten Batang.
“Sampai
sekarang ada 238 pelaku ekraf yang dimulai sejak 2023 silam, bekerja sama
dengan Disperindagkop dan UKM serta Kanwil Hukum Jateng dalam merekomendasi
produk yang layak memperoleh HKI,” kata Sugeng, saat ditemui di Ruang
Ujungnegoro, Bapperida Batang, Kamis (2/4/2026).
Pelayanan
yang diberikan seluruhnya diberikan secara gratis artinya para pelaku ekraf tidak
mengeluarkan biaya apa pun.
“Biasanya
kalau tidak difasilitasi biayanya sampai Rp1,8 juta, tapi karena difasilitasi
hanya Rp500 ribu, itu pun dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD), jadi mereka gratis sepenuhnya,” jelasnya.
Sementara
itu, Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kemenkum Jateng Agustinus
Yustiawan mengatakan, persyaratan utama apabila produk ekonomi kreatifnya
memiliki HKI, berupa fisik maupun layanan jasa, agar terlindungi.
“Kunci
utama agar lolos memperoleh HKI, produknya harus original atau tidak meniru
produk lain, sehingga kecil kemungkinannya untuk ditolak. Keuntungannya, bisa
menambah nilai tambah, maka meski ada produk sejenis, dengan telah memiliki HKI
akan meningkatkan reputasi di mata konsumen, sehingga perekonomian pun ikut
meningkat,” terangnya.
Tak hanya
berupa produk maupun jasa, bahkan bagi mereka yang memiliki ide menarik pun
dapat dicatatkan sebagai kekayaan intelektual. Syaratnya harus bisa diwujudkan
berbentuk tulisan maupun vidio.
Salah satu
pelaku ekraf, Berta Avin Prastika, pemilik sanggar Prastikasmara menyampaikan,
sangat terbantu dengan adanya fasilitasi tersebut karena membantu sanggar makin
dikenal publik.
Adapun prosesnya
pun sangat mudah, dengan hanya melakukan pendaftaran melalui aplikasi, tidak
perlu bertatap muka, sehingga lebih efektif dan efisien.
“Sekarang
ini kan sistemnya sudah online semua, itu lebih memudahkan, daripada harus dari
kantor satu ke kantor lainnya itu lebih repot. Produk layanan saya jasa hiburan
seni tradisi, pelatihan seni, produksi konten kreatif, pembuatan dan penyewaan
kostum,” ujar Berta.
Baginya HKI
sangatlah penting, karena untuk membantu mengenalkan nama atau merek usaha.
“Sebagai identitas, kalau sudah mereknya dikenal, pasti mudah laku di konsumen,” tandasnya. (eko/redaksi)











