- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Pemprov Jateng Fasilitasi Cetak dan Perbaikan E-KTP di Rumah Rakyat

Keterangan Gambar : Layanan rekam dan cetak KTP elektronik, yang digelar di Co-Working Space atau Rumah Rakyat, Kantor Gubernur.
Semarang, infojateng.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi, dan Wagub Taj Yasin, terus mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. Salah satunya, melalui layanan rekam dan cetak KTP elektronik, yang digelar di Co-Working Space atau Rumah Rakyat, Kantor Gubernur.
Layanan yang berlangsung 6-7 Mei 2026 tersebut
mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, karena prosesnya cepat, mudah, dan
gratis. Bahkan, pelayanan tidak hanya bagi warga Jawa Tengah, melainkan seluruh
warga Indonesia.
Kabid Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Dispermasdesdukcapil Jateng, Nur Kholis mengatakan, layanan yang dibuka
meliputi perekaman KTP pemula, penggantian KTP rusak atau hilang, hingga perubahan
foto pada KTP.
Baca Lainnya :
- Ratusan Kader PKK di Jepara Disiapkan Jadi Garda Pendeteksi TBC0
- TP Posyandu Kecamatan Diminta Perkuat Layanan Terpadu untuk Masyarakat0
- Tangisan Siswi Miskin di Brebes, Peluk Gubernur Luthfi Karena Sekolah Gratis0
- Tekan Angka Kemiskinan, Perusahaan Padat Karya di Brebes ini Serap 4.044 Tenaga Kerja0
- Wagub Taj Yasin Minta Pengembang Bangun Perumahan Mandiri Energi0
“Kalau rusak ya bawa KTP yang rusak, kalau hilang
membawa surat kehilangan. Kalau ganti foto wajib datang sendiri, tidak bisa
diwakilkan,” kata Nur Kholis, saat ditemui Kamis (7/5/2026).
Selain layanan KTP elektronik, tersedia pula pelayanan
Kartu Identitas Anak (KIA). Dalam pelaksanaannya, Dispermasdesdukcapil Jateng
menggandeng tiga daerah, yakni Kabupaten Demak, Kota Semarang, dan Kabupaten
Kendal.
Nur Kholis menegaskan, pelayanan tersebut terbuka bagi
seluruh masyarakat, tanpa memandang domisili.
“Tadi ada mahasiswa dari Indonesia Timur juga kami
layani. Jadi bukan hanya warga Jawa Tengah, tapi seluruh Indonesia bisa
mengakses layanan ini,” katanya.
Ke depan, layanan serupa direncanakan rutin digelar
setiap bulan di Rumah Rakyat. Menurutnya, publikasi akan diperkuat agar
masyarakat mengetahui dan dapat memanfaatkan layanan tersebut.
“Insyaallah nanti rutin setiap bulan, kemungkinan
minggu pertama,” jelasnya.
Warga Kota Semarang, Ariyani, memanfaatkan layanan
tersebut untuk memperbarui foto KTP, karena kini telah berhijab. Dia mengaku
proses pelayanan berjalan tertib dan cepat.
“Tadi saya dapat antrean nomor 56. Kurang lebih 15
menit dipanggil, langsung jadi, dan bisa dibawa pulang,” ujarnya.
Menurut Ariyani, layanan jemput bola seperti ini
memudahkan masyarakat yang selama ini kesulitan meluangkan waktu datang ke
kantor Dukcapil. Dia berharap layanan serupa bisa diperluas hingga tingkat
kecamatan atau kelurahan, agar lebih dekat dengan warga.
“Harapannya bisa tidak hanya di kantor gubernur, tapi
juga di kelurahan atau kecamatan. Jadi warga tidak harus ke tengah kota,”
katanya.
Warga lainnya, Sasa, mengaku puas dengan pelayanan
yang diterimanya, saat memperbaiki KTP yang fotonya sudah pudar.
“Pelayanannya bagus, cepat banget, enggak sampai satu
jam sudah jadi dan gratis juga,” ujarnya.
Hal serupa diungkapkan warga Kota Semarang, Sigit
Ardianto. Dia mengatakan, petugas pelayanan sangat ramah dan membantu proses
penggantian KTP miliknya, yang nomor induk kependudukannya sudah tidak
terlihat.
“Saya tinggal sebentar karena ada agenda, pas balik
ternyata sudah selesai. Petugasnya sangat membantu,” katanya.
Sigit berharap, informasi mengenai program pelayanan
publik seperti ini dapat disosialisasikan lebih masif hingga tingkat RT/RW,
agar semakin banyak warga mengetahui manfaatnya.
Berdasarkan data Dispermasdesdukcapil Jateng hingga 31
Maret 2026, jumlah perekaman e-KTP di Jawa Tengah telah mencapai 28.993.175
atau 99,30 persen. Untuk menuntaskan perekaman, pemerintah terus melakukan
jemput bola ke sekolah-sekolah, rumah penyandang disabilitas, serta lansia. (eko/redaksi)











