- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Pemprov Jateng Mantapkan Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Syariah pada 2027

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/5/2026).
Banjarnegara, infojateng.id - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi memantapkan arah pembangunan di wilayahnya pada 2027 dengan fokus pada pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah. Arah pembangunan itu supaya menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah.
Peta jalan pembangunan tersebut mulai diintegrasikan
oleh dengan rencana pembangunan di pemerintah kabupaten/kota.
"Infrastruktur sudah (2025), dan swasembada
pangan sudah kuat pada 2026, maka 2027 adalah pariwisata yang menjadi prioritas
kita," kata Luthfi usai acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah di Pendopo
Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/5/2026).
Baca Lainnya :
Ia menjelaskan, integrasi peta jalan pembangunan
dengan kabupaten/kota tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Musrenbang
yang sudah selesai sampai tingkat provinsi beberapa waktu lalu.
Berdasarkan data tahun 2025, sektor pariwisata tumbuh
signifikan sebesar 10,60 %. Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB Jateng
2022-2025 trennya meningkat dari 3,29 % pada 2022 menjadi 3,40 % pada 2023,
menjadi 3,56 % pada 2024, dan 3,74 % pada 2025. Data itu menegaskan peran
pariwisata sebagai sektor penggerak ekonomi daerah.
Jumlah kunjungan wisatawan pada 2022-2025 juga
meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2022 sebanyak 46,6 Juta orang menjadi 74,4
Juta orang atau naik 59,73 % pada 2025. Hal itu membuktikan Jawa Tengah menjadi
destinasi favorit bagi wisatawan dari Jabar, DKI Jakarta, dan Jatim, serta
wisatawan mancanegara.
"Modalnya sudah ada di wilayah kita
masing-masing, ada wisata alam, wisata kuliner, wastra, dan lainnya,"
jelas Luthfi.
Hal itu juga diperkuat dengan pengakuan dari UNESCO
untuk berbagai produk budaya asal Jawa Tengah. Modal bagus itu harus menjadi
pemicu daerah-daerah untuk mengembangkan budaya dan wisata, termasuk wisata
ramah muslim.
Menurut Luthfi, potensi pengembangan wisata di
Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap juga sangat melimpah
untuk proyeksi wisata alam dan agro.
Walakin, pemetaan masih harus dilakukan, agar semua
potensi wisata yang ada benar-benar tegarap, termasuk desa-desa wisata yang
sudah dibina sebelumnya harus diperkuat lagi.
Bak gayung bersambut, kelima bupati yang hadir dalam
acara itu juga menyatakan siap untuk menyelaraskan program dengan peta jalan
pembangunan yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyatakan, akan fokus menggarap potensi destinasi wisata
zona dua (Kawasan Pegunungan Dieng) yang belum banyak dieksplorasi.
Ia menambahkan, kondisi geografis Banjarnegara tidak
jauh berbeda dengan kabupaten sekitarnya seperti Wonosobo dan Purbalingga. Di
mana memiliki kondisi alam yang berpotensi besar menjadi destinasi wisata.
"Destinasi wisata zona dua ini belum banyak
disentuh. Désa wisata juga menjadi magnet bagi Banjarnegara agar pertumbuhan
ekonomi meningkat," katanya.
Hal senada disampaikan Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia
Fatma Surya. Di Cilacap sendiri sudah punya 19 desa wisata yang dikelola secara
mandiri oleh desa. Namun untuk destinasi wisata yang dikelola oleh Pemkab
Cilacap hanya satu yaitu Cipari. Di mana objek wisata itu kondisinya saat ini
memprihatinkan.
"Kami akan tata ulang supaya bisa dimanfaatkan
menjadi destinasi wisata berkelanjutan. Lalu ada Teluk Penyu dan Benteng Pendem
yang perlu direvitalisasi, ini sudah ada komunikasi dengan Kementerian Kebudayaan.
Untuk wisata syariah dan ekonomi syariah akan kami dorong untuk
dikembangkan," jelasnya.
Sebagai informasi, acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah tersebut dihadiri oleh Sekda Jateng Sumarno, Wakil Ketua DPRD Jateng Setya Arinugroho, serta Bupati Banjarnegara Amalia Desiana, Bupati Wonosobo Arif Nurhidayat, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif, Bupati Banyumas Sadewa Tri Lastiono, dan Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya. (eko/redaksi)











