- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Pemprov Jateng Siapkan Penanganan Darurat - Jangka Panjang Usai Sungai Plumbon Semarang Jebol

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Kepala BNPB Suharyanto saat meninjau lokasi jebolnya tanggul Sungai Plumbon di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Senin (18/5/2026).
Semarang, infojateng.id - Pemerintah mempersiapkan penanganan jangka pendek (darurat) dan jangka panjang atas jebolnya tanggul Sungai Plumbon di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.
Langkah tersebut merupakan kolaborasi dari Pemerintah
Provinsi Jawa Tengah, Pemkot Semarang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB), dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Hal itu disampaikan oleh Kepala BNPB Suharyanto saat
meninjau lokasi dan melakukan rapat terbatas bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad
Luthfi, Sekda Jawa Tengah Sumarno, Walikota Semarang Agustina Wilujeng
Pramestuti, dan Kepala BBWS Pemali-Juana Sudarto, di Kota Semarang pada Selasa (19/5/2026).
Baca Lainnya :
Menurut Suharyanto, banjir yang terjadi sudah
tertangani dan sudah surut. BBWS Pemali-Juana sudah mengambil langkah darurat
dengan menutup sumber banjir. Tanggul jebol sudah ditangani sementara, setelah
itu nanti akan ditangani secara permanen.
"Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang bekerja sama
dengan BBWS akan membebaskan lahan agar sungai bisa dilebarkan sehingga
kejadian serupa tidak terulang lagi di tempat yang sama," katanya.
Walakin, semua
masyarakat terdampak bencana telah tertangani dengan baik. Masyatakat yang
mengungsi di rumah keluargnya telah tercukupi kebutuhan dasarnya.
"Pemprov Jateng dan Pemkot sudah memberikan
bantuan. Kami juga secara simbolis memberikan bantuan awal untuk kebutuhan
dasar seperti makanan, minuman, air bersih dan sebagainya. Nanti kalau kurang
akan kita tambah," ujarnya.
Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, langkah berikutnya
adalah menyiapkan hunian masyarakat. Pascarapat ini nanti Walikota Semarang
akan menentukan titik lokasi dan menghitung kebutuhan untuk hunian.
Pembangunan hunian sementara (Huntara) akan dilakukan
oleh BNPB, sudah banyak contohnya di daerah lain di Jawa Tengah. Bagi warga
yang tidak mau tinggal di huntara nanti akan didata dan diberikan bantuan Rp600
ribu per bulan sampai hunian tetap jadi.
"Baru kemudian dipikirkan soal hunian tetap,
khususnya bagi masyarakat yang sudah tidak bisa tinggal di tempat semula,
karena berpotensi terdampak bencana serupa," jelas Suharyanto.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan,
pihaknya sudah memiliki Standart Operational Procedure (SOP) terkait penanganan
bencana, mulai dari tingkat desa, kabupaten/kota, sampai provinsi. Jika terjadi
bencana, seluruh dinas yang ada di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah
langsung turun untuk respons cepat sesuai tupoksinya.
"Seperti yang hari ini dilakukan di sekitar
Sungai Plumbon. Dinas Kesehatan sudah turun ke lokasi melalui program Speling,
kemudian Dinas Ketahanan Pangan turun memberikan bantuan bahan pokok penting,
Dinas PUPR memberikan bantuan alat," katanya.
Bantuan Pemprov Jateng yang diberikan secara simbolis
oleh Ahmad Luthfi bernilai total Rp124 juta. Rinciannya adalah logistik makanan
dan non permakanan senilai Rp10,096 juta dari BPBD; Logistik makanan dan non
permakanan senilai Rp73,039 juta dari Dinas Sosial.
Kemudian bantuan 1 ton beras dan 500 bungkus mi mocaf senilai Rp15,75 juta dari Dinas Ketahanan Pangan; Paket obat-obatan senilai Rp11,77 juta, dan layanan dokter spesialis keliling (Speling) dari Dinas Kesehatan; tas dan peralatan sekolah senilai Rp13,35 juta dari Dinas Pendidikan. (eko/redaksi)











