- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Pemprov Jateng Targetkan Kurangi Backlog Rumah 274.514 Unit pada 2026

Keterangan Gambar : Ahmad Luthfi dalam rapat koordinasi bersama Tito Karnavian dan Maruarar Sirait di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Jakarta, Infojateng.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan pengurangan backlog (kebutuhan rumah) sebanyak 274.514 unit pada 2026, melanjutkan capaian sepanjang 2025.
Kepala Disperakim Jateng, Boedyo Dharmawan, menyampaikan target itu usai mendampingi Ahmad Luthfi dalam rapat koordinasi bersama Tito Karnavian dan Maruarar Sirait di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Menurut Boedyo, capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi pemerintah pusat, daerah, CSR perusahaan, Baznas, hingga partisipasi masyarakat. “Kami optimistis target pengurangan backlog bisa tercapai, selama kolaborasi semua pihak terus diperkuat,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Gubernur Ahmad Luthfi Minta Pencegahan Narkoba Diperkuat, Semarang dan Solo Jadi Prioritas 0
- Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Warga Korban Tanah Bergerak Tegal dapat Rumah dan Sertifikatnya 0
- Penyelundupan 90,2 Ton Kratom Terbongkar di Tanjung Emas, Wagub Jateng Dukung Penegakkan Kepabeanan0
- Melongok Rumah yang Bakal Meraih Bantuan Perbaikan RTLH, Dari Lantai Masih Tanah hingga Atap Bocor0
- Gubernur Jateng Salurkan Bantuan Usaha Rp5,25 Miliar untuk 1.750 Mustahik, Didorong Naik Kelas 0
Rapat tersebut juga membahas percepatan program 3 juta rumah dan penyediaan hunian layak bagi masyarakat miskin. Pemerintah pusat mendorong daerah untuk terus berinovasi, seperti pembangunan rumah susun, rumah bersubsidi, serta perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Sementara itu, Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk menekan backlog perumahan secara signifikan. “Perumahan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kami akan terus menggandeng semua pihak agar masyarakat bisa mendapatkan hunian yang layak dan terjangkau,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, perhatian khusus diberikan kepada warga terdampak bencana agar segera mendapatkan tempat tinggal. “Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak bencana bisa segera menempati hunian yang aman, baik sementara maupun permanen,” imbuhnya.
Sepanjang 2025, Pemprov Jateng telah mengalokasikan anggaran perbaikan RTLH sebanyak 17 ribu unit. Menteri PKP Maruarar Sirait pun mengapresiasi langkah tersebut. “Kami mengapresiasi komitmen pemerintah daerah seperti Jawa Tengah yang sudah menganggarkan program rumah layak huni secara nyata,” ujarnya. (one/redaksi)











