- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Gubernur Jateng Salurkan Bantuan Usaha Rp5,25 Miliar untuk 1.750 Mustahik, Didorong Naik Kelas

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menyalurkan bantuan modal usaha mustahik produktif dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat tahap II 2025, kepada 1.750 orang penerima di Kota Salatiga, Selasa (24/2/2026).
Salatiga, infojateng.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menyalurkan bantuan modal usaha mustahik produktif dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat tahap II 2025, kepada 1.750 orang penerima di Kota Salatiga, Selasa (24/2/2026).
Nilai bantuan yang disalurkan itu mencapai Rp5,25 miliar, masing-masing orang penerima mendapatkan Rp3 juta.
Baca Lainnya :
- Lewat Aksi Bersih Sampah, Ahmad Luthfi Bersama Ribuan Orang Canangkan Gerakan Jawa Tengah ASRI0
- Pemeliharaan Ruas Jalan di Jateng jadi Penguat Perekonomian dan Wisata0
- Tuntaskan Persoalan Sampah, Wagub Jateng Dorong Akselerasi RDF0
- Embung Geblog Temanggung Mulai Operasional, Jadi Harapan Besar Bagi Petani di Musim Kemarau 0
- Gubernur Ahmad Luthfi Jadikan Sektor Pendidikan sebagai Instrumen Pengentasan Kemiskinan0
Dalam acara itu, Gubernur Luthfi secara simbolis menyerahkan bantuan kepada perwakilan mustahik (penerima zakat) dari Kota Salatiga, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Boyolali. Kegiatan tersebut dirangkai dengan pembekalan dan pendampingan usaha, bagi para penerima manfaat.
Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Darodji menyampaikan, bantuan tersebut merupakan stimulus untuk memperkuat usaha mikro masyarakat, agar berkembang dan mandiri.
“Bantuan ini bukan untuk konsumsi, tetapi untuk diputar sebagai modal usaha. Kami juga melakukan pendampingan agar usaha mereka berkembang. Harapannya, dari mustahik bisa menjadi muzaki (pemberi zakat),” ujarnya.
Darodji menambahkan, pada 2026 Baznas Jateng merencanakan penyaluran modal usaha bagi 3.500 mustahik. Selain itu, juga terdapat dukungan program bantuan paket dari Baznas RI sebanyak 1.500 paket.
Selain penguatan ekonomi, Baznas Jateng juga menyalurkan bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 2026 sebanyak 750 unit, dengan total nilai Rp15 miliar, bekerja sama dengan Disperakim Provinsi Jawa Tengah.
“Secara kumulatif, total bantuan RTLH yang telah disalurkan Baznas mencapai 2.874 unit, dengan total nominal sekitar Rp47,015 miliar,” ucapnya.
Di bidang pendidikan, Baznas Jateng telah menyalurkan beasiswa kepada 4.434 mahasiswa melalui 15 perguruan tinggi senilai Rp15,88 miliar, dan beasiswa 96.042 siswa SMA/SMK/SLB melalui UPZ senilai Rp31,6 miliar.
Sementara dalam program pemberdayaan ekonomi, Baznas telah menggelar 21 jenis pelatihan kerja dengan total peserta 13.816 orang.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan, pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam menurunkan angka kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Yang utama adalah memastikan masyarakat cukup sandang, pangan, dan papan,” tegasnya.
Luthfi menyebut, bantuan modal usaha itu sebagai stimulus untuk menggerakkan ekonomi mikro, yang jumlahnya mencapai sekitar 4,2 juta pelaku usaha di Jawa Tengah.
“Modal ini sebagai stimulus. Diputar, jangan dikonsumsi. (Penerima bantuan) Harus naik kelas, dari mikro jadi kecil, dari kecil jadi menengah. Jangan setelah dibantu malah stagnan,” tegas Luthfi.
Melalui pembinaan yang dilakukan, diharapkan usaha masyarakat berkembang, omzet meningkat, serta mampu menyerap tenaga kerja.
Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menyampaikan, penanganan kemiskinan di wilayahnya perlu dilakukan secara terintegrasi. Mulai dari perbaikan rumah, peningkatan pendapatan, akses kesehatan, hingga pendidikan.
“Rumahnya harus layak, kesehatannya dijaga, anaknya harus sekolah. Intervensi kita tidak boleh parsial, harus menyeluruh,” ujarnya.
Luthfi menyebut, kerja kolaboratif antara provinsi, kabupaten/ kota, dan Baznas, mulai menunjukkan hasil. Angka kemiskinan Jawa Tengah turun ke kisaran 9,39% persen dari 9,48%, dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 mencapai 5,37 persen, berada di atas rata-rata nasional.
“Kita keroyok kemiskinan dari desa sampai provinsi. Harus naik kelas. Tidak boleh terus berada di kategori miskin atau miskin ekstrem,” tegasnya.
Penerima bantuan, Kholidah, menyatakan senang mendapat bantuan. Dia berharap usahanya dapat berkembang, mandiri, dan suatu saat menjadi pemberi manfaat bagi masyarakat lainnya.
“Alhamdulillah bersyukur banget dengan bantuan dari Baznas. Harapannya usaha lebih maju dan bantuan ini untuk modal,” ucap perempuan yang berjualan bubur ini.(eko/redaksi)











