- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Embung Geblog Temanggung Mulai Operasional, Jadi Harapan Besar Bagi Petani di Musim Kemarau

Keterangan Gambar : Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat meresmikan Embung Geblog, Temanggung, (23/2/2026).
Temanggung, infojateng.id — Penantian masyarakat dan petani di Desa Geblog, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, untuk memiliki embung akhirnya terwujud. Hal itu setelah pembangunan Embung Geblog tuntas pada Desember 2025. Operasional embung tersebut diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Senin (23/2/2026).
Ketua Kelompok Tani Wahyu Mulyo Dusun Bugel, Desa Geblog, Suyadi, menyampaikan terima kasihnya atas pembangunan embung tersebut.
Baca Lainnya :
- Gubernur Ahmad Luthfi Jadikan Sektor Pendidikan sebagai Instrumen Pengentasan Kemiskinan0
- Program Satu OPD Satu Desa Dampingan Pemprov Jateng Tuai Apresiasi 0
- Ahmad Luthfi Instruksikan Penanganan Longsor di Ungaran Timur Tuntas dalam Sepekan0
- Dinamika dan Capaian 1 Tahun Kinerja Ahmad Luthfi-Taj Yasin Memimpin Jawa Tengah 0
- Produksi Padi di Jawa Tengah Surplus, Pemprov Jateng Pastikan Pasokan Pangan Aman 0
“Embung ini nanti dimanfaatkan masyarakat petani di waktu kemarau, untuk tanaman palawija maupun perkebunan. Selain itu, nanti teman-teman UMKM bisa jualan di sini, apabila ini nanti diperbolehkan untuk lokasi wisata,” ujar dia di lokasi.
Suyadi menceritakan, sebelum adanya embung, para petani sangat kesulitan untuk mendapatkan pasokan air saat musim kemarau. Untuk menyiram pohon durian, kopi, alpukat, dan tanaman palawija, para petani harus mengambil air dari sungai menggunakan jeriken. Jarak sungai dan kebun lumayan jauh, berkisar antara 1-3 kilometer.
“Apalagi yang punya lahan di sini tidak hanya yang dekat dengan Dusun Bugel, tapi ada yang dari Gandon, Kemloko, Kemiri, dan sekitarnya. Jadi lahannya jauh. Diharapkan bisa membantu dengan adanya embung ini,” tuturnya.
Embung Geblog dibangun dengan biaya Rp5,7 miliar, bersumber dari APBD Jateng tahun anggaran 2025. Kapasitas tampungan mencapai 18.143 meter kubik, dan dapat mengairi lahan perkebunan seluas lebih kurang 30 hektare. Komoditas utama di wilayah tersebut adalah durian dan kopi, namun ada juga beberapa petani yang menanam alpukat dan palawija.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pembangunan embung tersebut untuk mendukung program swasembada pangan nasional, mengingat irigasi menjadi salah satu kunci untuk menyukseskan program tersebut.
“Di wilayah sini, kepala desa dan camat menyampaikan, kalau bisa ada embung yang bisa mengairi masyarakat sekitar, bisa digunakan untuk destinasi wisata, bisa digunakan untuk air baku tanah, bisa untuk pengairan. Jadi manfaatnya besar sekali,” katanya.
Mengingat pentingnya embung dan saluran irigasi, Luthfi menegaskan, ke depan akan meningkatkan jumlah embung di Jawa Tengah, idealnya ada satu embung untuk dua wilayah kecamatan.(eko/redaksi)











