Produksi Padi di Jawa Tengah Surplus, Pemprov Jateng Pastikan Pasokan Pangan Aman

By Admin Utama
03 Mar 2026, 12:06:05 WIB Daerah
Produksi Padi di Jawa Tengah Surplus, Pemprov Jateng Pastikan Pasokan Pangan Aman

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima audiensi Perum Bulog Kanwil Jateng, Selasa (3/3/2026).


Semarang, Infojateng.idKepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng, Defrancisco Dasilva Tavares, menyebut produksi gabah kering giling (GKG) periode Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 3,35 juta ton. Dari jumlah tersebut, terdapat potensi surplus beras sekitar 900 ribu ton setelah dikonversi dengan kebutuhan konsumsi.

“Secara produksi kita surplus. Tantangannya ada pada distribusi dan tata kelola, agar pasokan tetap di Jawa Tengah dan memperkuat cadangan,” ujarnya saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima audiensi Perum Bulog Kanwil Jateng, Selasa (3/3/2026).

Ia menambahkan, harga gabah di tingkat petani saat ini berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram, bahkan di beberapa daerah mencapai Rp6.700 hingga Rp7.000 per kilogram. Sementara itu, harga beras di tingkat konsumen masih relatif terkendali di bawah Rp13.000 per kilogram.

Baca Lainnya :

Kepala Perum Bulog Kanwil Jateng, Sri Muniati, menyampaikan hingga awal Maret 2026, serapan gabah telah mencapai 63.909 ton setara beras atau 12,39 persen dari target pengadaan 2026 sebesar 515.722 ton.

Menurutnya, puncak panen diperkirakan terjadi pada Maret–April, sehingga menjadi momentum penting untuk meningkatkan serapan. Saat ini, rata-rata serapan sekitar 3.000 ton per hari, sementara untuk mencapai target dibutuhkan sekitar 3.900 ton per hari.

“Masih perlu tambahan sekitar 900 ton per hari agar target bisa tercapai,” jelasnya.

Untuk itu, Bulog meminta dukungan Pemprov Jateng agar pelaku industri pengolahan padi yang belum menjadi Mitra Pengadaan Pangan (MPP) dapat menyumbang minimal 10 persen dari kapasitas produksinya guna memperkuat cadangan pangan.

Selain beras, Bulog juga mendapat penugasan menyerap jagung pipil kering untuk Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dengan target 73.776 ton pada 2026. Hingga 1 Maret, realisasinya baru mencapai 5.230,85 ton atau 7,09 persen.

Di sisi lain, realisasi penerimaan Minyakita mencapai 6,09 juta liter atau 90,06 persen dari target 6,77 juta liter.

Adapun stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Jawa Tengah per 1 Maret 2026 tercatat 344.312 ton. Selain itu, tersedia jagung pipil kering 8.103 ton dan stok minyak goreng 3,53 juta liter.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengingatkan agar pemerintah daerah tetap waspada terhadap dinamika harga.

“Kita tidak boleh lengah. Jika ada kenaikan harga, segera lakukan intervensi agar tidak terjadi lonjakan,” tegasnya. (one/redaksi)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment