- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Produksi Padi di Jawa Tengah Surplus, Pemprov Jateng Pastikan Pasokan Pangan Aman

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima audiensi Perum Bulog Kanwil Jateng, Selasa (3/3/2026).
Semarang, Infojateng.id - Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng, Defrancisco Dasilva Tavares, menyebut produksi gabah kering giling (GKG) periode Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 3,35 juta ton. Dari jumlah tersebut, terdapat potensi surplus beras sekitar 900 ribu ton setelah dikonversi dengan kebutuhan konsumsi.
“Secara produksi kita surplus. Tantangannya ada pada distribusi dan tata kelola, agar pasokan tetap di Jawa Tengah dan memperkuat cadangan,” ujarnya saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima audiensi Perum Bulog Kanwil Jateng, Selasa (3/3/2026).
Ia menambahkan, harga gabah di tingkat petani saat ini berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram, bahkan di beberapa daerah mencapai Rp6.700 hingga Rp7.000 per kilogram. Sementara itu, harga beras di tingkat konsumen masih relatif terkendali di bawah Rp13.000 per kilogram.
Baca Lainnya :
- Jalur Grobogan-Semarang Putus, Ahmad Luthfi Instruksikan Percepat Pemasangan Jembatan Armco0
- Potret Inklusivitas Perayaan Imlek di Pasar Semawis Semarang 0
- Wapres dan Gubernur Jateng Tinjau Tanah Gerak Jangli Semarang, Lokasi Relokasi Mulai Disiapkan0
- Pasca OTT Bupati Pekalongan Gubernur Jateng Tekankan Birokrasi Bersih0
- Kembali Pantau Pasar Tradisional, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Harga Pangan Masih Terkendali0
Kepala Perum Bulog Kanwil Jateng, Sri Muniati, menyampaikan hingga awal Maret 2026, serapan gabah telah mencapai 63.909 ton setara beras atau 12,39 persen dari target pengadaan 2026 sebesar 515.722 ton.
Menurutnya, puncak panen diperkirakan terjadi pada Maret–April, sehingga menjadi momentum penting untuk meningkatkan serapan. Saat ini, rata-rata serapan sekitar 3.000 ton per hari, sementara untuk mencapai target dibutuhkan sekitar 3.900 ton per hari.
“Masih perlu tambahan sekitar 900 ton per hari agar target bisa tercapai,” jelasnya.
Untuk itu, Bulog meminta dukungan Pemprov Jateng agar pelaku industri pengolahan padi yang belum menjadi Mitra Pengadaan Pangan (MPP) dapat menyumbang minimal 10 persen dari kapasitas produksinya guna memperkuat cadangan pangan.
Selain beras, Bulog juga mendapat penugasan menyerap jagung pipil kering untuk Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dengan target 73.776 ton pada 2026. Hingga 1 Maret, realisasinya baru mencapai 5.230,85 ton atau 7,09 persen.
Di sisi lain, realisasi penerimaan Minyakita mencapai 6,09 juta liter atau 90,06 persen dari target 6,77 juta liter.
Adapun stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Jawa Tengah per 1 Maret 2026 tercatat 344.312 ton. Selain itu, tersedia jagung pipil kering 8.103 ton dan stok minyak goreng 3,53 juta liter.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengingatkan agar pemerintah daerah tetap waspada terhadap dinamika harga.
“Kita tidak boleh lengah. Jika ada kenaikan harga, segera lakukan intervensi agar tidak terjadi lonjakan,” tegasnya. (one/redaksi)











