- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Potret Inklusivitas Perayaan Imlek di Pasar Semawis Semarang

Keterangan Gambar : Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sabtu (14/2/2026) malam di Pasar Semawis dalam perayaan Imlek.
Semarang, infojateng.id — Imlek bukan lagi menjadi perayaan tahun baru bagi masyarakat etnis Tionghoa saja, melainkan sudah inklusif dan diramaikan oleh hampir seluruh etnis di Jawa Tengah maupun nusantara.
Lihat saja Pasar Imlek Semawis 2026 di Kawasan Pecinan, Kota Semarang. Perayaan di tempat itu disaksikan pula oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sabtu (14/2/2026) malam.
Baca Lainnya :
- Wapres dan Gubernur Jateng Tinjau Tanah Gerak Jangli Semarang, Lokasi Relokasi Mulai Disiapkan0
- Pasca OTT Bupati Pekalongan Gubernur Jateng Tekankan Birokrasi Bersih0
- Kembali Pantau Pasar Tradisional, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Harga Pangan Masih Terkendali0
- Perayaan Imlek di Sam Poo Kong Dongkrak Pariwisata Jateng 0
- Melalui Embung Plosorejo Sragen, Gubernur Ahmad Luthfi Berharap Petani Bisa Panen 3 Kali0
Pasar Imlek Semawis yang digelar dari Jalan Gang Pinggir sampai ujung Jalan Wotgandul Timur tersebut, penuh sesak dengan masyarakat dari berbagai etnis, mulai dari pedagang sampai pengunjung. Keberagaman memang menjadi konsep yang ditonjolkan pada gelaran tahun ini, sebagai bentuk kebersamaan dan kekuatan yang membuat Pasar Imlek Semawis Semarang terus hidup dan tumbuh hingga saat ini.
Pengurus Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), Harjanto Halim menyatatakan, Pasar Imlek Semawis memang untuk menghidupkan tradisi di Kota Semarang dalam menyambut Imlek, yang sudah ada sejak dulu.
“Dulu, orang Tionghoa saat menjelang Imlek itu belanja sampai malam, itu cuma semalam. Lalu dihidupkan kembali menjadi sebuah perayaan tiga hari menjadi Pasar Imlek Semawis. Tidak cuma jajanan pasar, saja tetapi juga ada banyak kuliner dan UMKM, pernik-pernik, acara budaya dan sosial, yang menunjukkan keberagaman di Kota Semarang,” katanya.
Dalam Pasar Imlek Semawis tahun ini, panitia sengaja menghadirkan tokoh-tokoh mitos Tionghoa, seperti Sun Go Kong dan Dewi Kwan Im, dipadukan dengan tokoh-tokoh wayang Jawa. Pada acara pembukaan juga disediakan makanan muslim Tionghoa yang didatangkan dari Xin Jiang.
“Tahun ini kami juga mengimbau untuk mengenakan kebaya untuk pengunjungnya. Tadi memang terlihat belum banyak, tapi sudah ada juga yang mulai mengenakan kebaya kalau saya lihat,” ujarnya.
Harjanto menuturkan, keberagaman di Pecinan Semarang sudah seperti Indonesia mini. Bahkan di kawasan Pecinan ada warung nasi ayam Bu Pini. Seorang etnis Jawa yang berjualan pakai gendongan sampai sekarang mampu membeli ruko untuk warung.
“Beliau Jawa dan bisa bersaing dengan orang Tionghoa di Pencinan. Jadi kalau enak dan harganya masuk akal, ya pasti laku,” tuturnya.
Sisi keberagaman yang ada di Pasar Imlek Semawis tersebut, membuat kagum Wapres Gibran dan Gubernur Ahmad Luthfi. Kekaguman itu disampaikan langsung saat keduanya berkeliling sepanjang Pasar Imlek Semawis.
Keduanya tampak menikmati suasana yang diciptakan oleh Pasar Imlek Semawis tersebut. Mereka tampak berbaur dengan para pengunjung, bahkan Gibran sempat berbelanja di beberapa tenant dan melayani permintaan foto dari pengunjung.
“Beliau senang dengan kegiatan ini, karena bisa menghidupkan usaha ekonomi rakyat. Keberagamannya juga terasa sekali. Beliau berpesan agar tradisi Pasar Imlek Semawis ini jangan sampai hilang. Tradisi ini kan susah untuk memulai, jadi kalau yang sudah berjalan dirawat, apalagi melihat keberagaman yang sudah terjadi di sini,” kata Harjanto, terkait kesan Wapres dan Gubernur Jateng.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan, tradisi yang sudah ada tersebut harus di-uri-uri (dilestarikan). Dia juga menyatakan dukungan terkait rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menyambut tahun baru Imlek. Baik Pasar Imlek Semawis maupun kegiatan yang digelar di tempat lain seperti di Klenteng Sam Poo Kong.
Banyaknya event yang diselenggarakan akan sangat membantu pertumbuhan pariwisata di Kota Semarang dan Jawa Tengah. Selain itu, juga dapat menunjukkan bagaimana toleransi dan keberagaman di Jawa Tengah sangat besar, serta menjadi kekuatan dan nafas dari pembangunan wilayah. (eko/redaksi)











