- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Wapres dan Gubernur Jateng Tinjau Tanah Gerak Jangli Semarang, Lokasi Relokasi Mulai Disiapkan

Keterangan Gambar : Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, mengimbau masyarakat terdampak tanah gerak di Kampung Sekip RT 07 RW 01, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, untuk sementara tidak bolak-balik ke rumah.
Semarang, infojateng.id — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, mengimbau masyarakat terdampak tanah gerak di Kampung Sekip RT 07 RW 01, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, untuk sementara tidak bolak-balik ke rumah.
Hal itu disampaikan saat Gibran dan Luthfi lokasi tanah gerak di lokasi tersebut, Sabtu (14/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, juga dilakukan dialog dengan sejumlah warga, sekaligus menyampaikan pesan yang menenangkan masyarakat terdampak.
Baca Lainnya :
- Pasca OTT Bupati Pekalongan Gubernur Jateng Tekankan Birokrasi Bersih0
- Kembali Pantau Pasar Tradisional, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Harga Pangan Masih Terkendali0
- Perayaan Imlek di Sam Poo Kong Dongkrak Pariwisata Jateng 0
- Melalui Embung Plosorejo Sragen, Gubernur Ahmad Luthfi Berharap Petani Bisa Panen 3 Kali0
- Wagub Taj Yasin Siap Tutup Tambang Pasir di Banyumas Usai Terima Keluhan Banjir Lumpur0
Luthfi mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah berkoordinasi dengan Wali Kota, Camat, dan Lurah Jangli untuk relokasi sebagian warga, khususnya yang terdampak tanah gerak. Saat ini tempat relokasi masih dikoordinasikan oleh Pemkot Semarang.
“Semua kebutuhan pokok akan dipenuhi. Sementara ini mboten usah tinggal wonten omah sing lemahe gerak (sementara ini tidak usah tinggal dirumah yang tanahnya gerak). Lebih baik menyelamatkan diri kita dan keluarga kita, sambil nanti dikasih tempat yang sudah ditunjuk oleh Camat dan Lurah,” katanya, kepada masyarakat setempat.
Luthfi menegaskan, seluruh biaya relokasi akan ditanggung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Semarang. Di samping itu, Wakil Presiden juga sudah mengerahkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk ikut memberikan bantuan.
“Sedaya ngopeni njenengan (semua melayani anda sekalian). Hari ini Wapres turun tangan jenguk bapak-ibu sekalian, untuk memastikan mboten enten napa-napa (tidak terjadi apa-apa),” ujarnya.
Setali tiga uang, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengatakan, keselamatan warga menjadi nomor satu. Untuk itu dia meminta agar warga terdampak tidak bolak-balik ke rumah yang lama. Sebab, tidak ada yang tahu sampai mana tanah gerak tersebut meluas.
“Pokoknya keselamatan nomor satu, hati-hati di sini banyak anak-anak dan lansia. Minggu lalu saya ke Tegal, situasinya juga cukup parah seperti ini. Kami kondisikan untuk mengungsi. Kalau kondisi seperti ini sangat berbahaya sekali. Penting di sini tidak ada korban,” ujarnya.
Warga Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, Subiyanti (44) berharap, kedatangan Wakil Presiden dan Gubernur Jawa Tengah, dapat memberikan bantuan dan solusi yang cepat. Apalagi, kebanyakan warga yang menjadi korban sudah tinggal di kampung tersebut puluhan tahun.
“Mudah-mudahan bisa membantu dan memberikan solusi ke kami. Tadi disuruh untuk tidak tinggal di rumah lama dan tetap di pengungsian, karena situasinya nggak memungkinkan kalau kita kembali ke rumah,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Jangli, Maria Tresia Takandare menyampaikan, ada sekitar 66 jiwa yang ditempatkan pada enam tenda pengungsian. Seluruh kebutuhan logistik dan kamar mandi juga disiapkan di lokasi pengungsian, yang berjarak sekitar 100-200 meter dari lokasi.
“Saat ini akan dicarikan tempat relokasi. Saya meminjam warga yang punya tanah untuk relokasi sementara selama kurang lebih 2 bulan. Sambil nanti dicarikan tempat hunian tetap," ujarnya.(eko/redaksi)











