Penuhi Kebutuhan Warga, Jateng Telah Gelar 794 GPM

By Admin Utama
19 Mei 2026, 21:37:22 WIB Komunitas
Penuhi Kebutuhan Warga, Jateng Telah Gelar 794 GPM

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada saat kegiatan GPM di halaman Kantor Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/5/2026).


Banjarnegara, infojateng.id - Pemerintah Provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah, sejak Januari hingga Mei 2026 telah menggelar 794 kali Gerakan Pangan Murah (GPM). Manfaat program tersebut telah dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai daerah.

Salah satunya terlihat pada saat kegiatan GPM di halaman Kantor Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/5/2026). Warga nampak antuisias meramaikan gerai demi gerai gelaran tersebut. Pelaksanaan GPM dicek  langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Salah seorang warga Desa Gumiwang, Parmiati mengaku, terbantu dengan kegiatan GPM ini. Ia bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

Baca Lainnya :

    "Ini beli beras, tepung mocaf, minyak goreng, gula, dan telur. Harganya termasuk murah daripada di pasaran. Sangat membantu warga kecil seperti saya," ujarnya saat ditemui di lokasi.

    Parmiati adalah ibu rumah tangga, suaminya kerja di gudang jagung dengan penghasilan per bulan tidak menentu. Ia merasa bersyukur bisa mendapatkan telur dengan harga Rp23 ribu per kilo dan bahan pokok lain dengan harga lebih murah.

    "Pendapatan suami tidak tentu karena sistemnya borongan, kalau ramai ya lumayan, kalau sepi tidak tentu. Biasanya saya belanja ke pasar, ini harganya beda.  Jadi membantu sekali," ujarnya sambil menunjukkan barang belanjaannya.

    Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, GPM merupakan program untuk mengintervensi bahan pokok penting (bapokting), agar harganya terjangkau dan stoknya tersedia, sehingga dapat mengendalikan inflasi di Jawa Tengah.

    Harga bahan pokok penting bisa lebih murah dari harga di pasar, karena pemerintah memberikan subsidi harga pada komoditas yang dijual. Antara lain beras, bawang merah, bawang putih, dan sebagainya.

    Komoditas yang dijual pada GPM di Desa Gumiwang tersebut senilai Rp 121 juta. Meliputi beras 5 ton, minyak goreng 1.000 liter, telur 500 kg, gula pasir 200 kg, bawang merah 200 kg, bawang putih 200 kg, cabai rawit Merah dan cabai merah keriting masing-masing 50 kg.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto mengatakan, sejak Januari-Mei 2026 ini sudah digelar 794 kali GPM dengan omzet mencapai Rp15,1 miliar.

    "Ini untuk meningkatkan keterjangkauan masyarakat, supaya dapat mengakses pangan yang lebih murah,” kata dia.

    Bupati Banjarnegara Amalia Desiana mengatakan, di tengah kondisi ekonomi saat ini, gerakan pangan murah sangat dibutuhkan. Kolaborasi ini akan terus dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat.

    "Kegiatan ini tentu sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.

    Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi juga menyerahkan bantuan pangan melalui cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD).

    Bantuan pangan yang disalurkan di Desa Gumiwang meliputi beras sebanyak 2 ton dan beras sorgum 400 kg untuk 200 keluarga. Di samping itu juga ada Beras Fortivit sebanyak 200 kg untuk 100 orang tua yang memiliki balita rawan stunting. (eko/redaksi)




    Write a Facebook Comment

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    View all comments

    Write a comment