- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Penuhi Kebutuhan Warga, Jateng Telah Gelar 794 GPM

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada saat kegiatan GPM di halaman Kantor Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/5/2026).
Banjarnegara, infojateng.id - Pemerintah Provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah, sejak Januari hingga Mei 2026 telah menggelar 794 kali Gerakan Pangan Murah (GPM). Manfaat program tersebut telah dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai daerah.
Salah satunya terlihat pada saat kegiatan GPM di
halaman Kantor Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara,
Senin (18/5/2026). Warga nampak antuisias meramaikan gerai demi gerai gelaran
tersebut. Pelaksanaan GPM dicek langsung
oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Salah seorang warga Desa Gumiwang, Parmiati mengaku,
terbantu dengan kegiatan GPM ini. Ia bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga
terjangkau.
Baca Lainnya :
"Ini beli beras, tepung mocaf, minyak goreng,
gula, dan telur. Harganya termasuk murah daripada di pasaran. Sangat membantu
warga kecil seperti saya," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Parmiati adalah ibu rumah tangga, suaminya kerja di
gudang jagung dengan penghasilan per bulan tidak menentu. Ia merasa bersyukur
bisa mendapatkan telur dengan harga Rp23 ribu per kilo dan bahan pokok lain
dengan harga lebih murah.
"Pendapatan suami tidak tentu karena sistemnya
borongan, kalau ramai ya lumayan, kalau sepi tidak tentu. Biasanya saya belanja
ke pasar, ini harganya beda. Jadi
membantu sekali," ujarnya sambil menunjukkan barang belanjaannya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, GPM
merupakan program untuk mengintervensi bahan pokok penting (bapokting), agar
harganya terjangkau dan stoknya tersedia, sehingga dapat mengendalikan inflasi
di Jawa Tengah.
Harga bahan pokok penting bisa lebih murah dari harga
di pasar, karena pemerintah memberikan subsidi harga pada komoditas yang
dijual. Antara lain beras, bawang merah, bawang putih, dan sebagainya.
Komoditas yang dijual pada GPM di Desa Gumiwang
tersebut senilai Rp 121 juta. Meliputi beras 5 ton, minyak goreng 1.000 liter,
telur 500 kg, gula pasir 200 kg, bawang merah 200 kg, bawang putih 200 kg,
cabai rawit Merah dan cabai merah keriting masing-masing 50 kg.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah,
Widi Hartanto mengatakan, sejak Januari-Mei 2026 ini sudah digelar 794 kali GPM
dengan omzet mencapai Rp15,1 miliar.
"Ini untuk meningkatkan keterjangkauan
masyarakat, supaya dapat mengakses pangan yang lebih murah,” kata dia.
Bupati Banjarnegara Amalia Desiana mengatakan, di
tengah kondisi ekonomi saat ini, gerakan pangan murah sangat dibutuhkan.
Kolaborasi ini akan terus dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat.
"Kegiatan ini tentu sangat dirasakan manfaatnya
oleh masyarakat," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi juga
menyerahkan bantuan pangan melalui cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD).
Bantuan pangan yang disalurkan di Desa Gumiwang meliputi beras sebanyak 2 ton dan beras sorgum 400 kg untuk 200 keluarga. Di samping itu juga ada Beras Fortivit sebanyak 200 kg untuk 100 orang tua yang memiliki balita rawan stunting. (eko/redaksi)











