- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Perluas Akses Pendidikan, Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati

Keterangan Gambar : Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen saat memimpin rakor terkait pembangunan SMA di Pati.
Semarang, infojateng.id – Untuk pemerataan pendidikan di Kabupaten Pati, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal mendirikan SMA Negeri di Kecamatan Tambakromo dan Jaken. Bukan di Kecamatan Margoyoso.
Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, saat menerima audiensi Paguyuban Madrasah Aliyah se-Kecamatan Margoyoso di Ruang Rapat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Senin (9/2/2026). Pertemuan itu untuk merespons keresahan masyarakat dan pengelola sekolah swasta, terkait adanya sosialisasi rencana pendirian SMA Negeri di Kecamatan Margoyoso.
Baca Lainnya :
- Jutaan Pemudik Bakal Masuk Jateng, Pasokan Pangan Dipastikan Masih Surplus 0
- Upaya Pemprov Jateng Mewujudkan Wisata Ramah Muslim0
- Pengamanan Siap, Pemudik Dipersilakan Menikmati Liburan di Jateng0
- Anak Panti dan Komunitas Difabel: “Ini Pertama Kali Kami Diundang Lebaran Bersama Pak Gubernur”0
- Gubernur Luthfi Rayakan Idulfitri Bareng Anak Panti dan Komunitas Difabel0
Dalam pertemuan itu, perwakilan paguyuban menyampaikan di kecamatan Margoyoso saat ini telah memiliki lembaga pendidikan menengah yang cukup, baik dari sisi jumlah maupun kualitas. Di antaranya sembilan Madrasah Aliyah, lima SMK, dan satu SMA.
Taj Yasin menegaskan, sosialisasi yang sempat beredar bukan berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Menurutnya, berdasarkan data dan perencanaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, masih terdapat wilayah di Kabupaten Pati yang membutuhkan penguatan akses pendidikan menengah.
Wilayah tersebut berada di Kecamatan Tambakromo dan Jaken, yang masuk kategori blank spot pendidikan menengah atas.
“Kita tidak punya rencana (pembangunan SMA) di Margoyoso, tapi adanya di Tambakromo dan Jaken,” tegas Gus Yasin, sapaan wagub.
Dia juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan aspek administrasi, terkait rencana yang sempat beredar di masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Atas, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Kusno menyampaikan, berdasarkan basis data yang dimiliki, Kabupaten Pati memiliki dua kecamatan yang masuk kategori blank spot pendidikan.
Dia menegaskan, Kecamatan Margoyoso tidak direkomendasikan untuk pendirian SMA Negeri baru.
“Sesuai arahan Kepala Dinas dan juga hasil audiensi dengan Bapak Wakil Gubernur, pendirian SMA Negeri di Margoyoso tidak direkomendasikan,” ungkapnya.
Terkait tindak lanjut, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah akan mengecek, apakah sudah ada surat resmi dari Pemerintah Kabupaten Pati terkait usulan pendirian SMA Negeri Margoyoso.
“Kalau ada surat dari Kabupaten Pati, kami akan memberikan jawaban tertulis sesuai arahan Bapak Wakil Gubernur. Namun jika belum ada, fokus kami tetap pada Tambakromo dan Jaken,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Paguyuban Madrasah Aliyah Margoyoso, Birhad mengatakan, Kecamatan Margoyoso sudah memiliki banyak lembaga pendidikan menengah.
“Karena itu, kami berharap perhatian pemerintah diarahkan pada penguatan kualitas. Sekolah dan madrasah di Margoyoso siap berkolaborasi dengan pemerintah, untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujar dia.(eko/redaksi)











