- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Program Speling Pemprov Jateng Sudah Layani 102.291 Jiwa

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau pelaksanaan program Speling di Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/6/2026).
Banjarnegara, infojateng.id - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau pelaksanaan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) di Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/6/2026).
Sejak 2025 hingga 16 Mei 2026, program tersebut sudah
dilaksanakan sebanyak 1.143 kali di 1.089 desa/kelurahan yang tersebar di 446
kecamatan. Sasarannya sudah mencapai 102.291 jiwa.
Dalam praktiknya, Speling diintegrasikan dengan
program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah pusat. Di mana capaian CKG
di Jawa Tengah per 17 Mei 2026 sudah menyasar 8.810.798 orang atau 22,91% dari penduduk Jawa Tengah. Dari
883 Puskesmas yang ada di provinsi ini, semuanya sudah menyelenggarakan program
CKG.
Baca Lainnya :
"Standar kesehatan kita terus tingkatkan. Speling
kita sudah menjangkau sekitar seribuan desa, ratusan ribu warga desa sudah
terlayani oleh dokter spesialis,” kata Ahmad Luthfi usai peninjauan di Kantor
Désa Gumiwangdidampingi oleh Bupati Banjarnegara Amalia Desiana.
Luthfi menegaskan, kesehatan merupakan salah satu
faktor penting dalam penanganan kemiskinan di Jawa Tengah. Maka dari itu, ia
menugaskan seluruh RSUD milik provinsi untuk menerjunkan dokter spesialisya ke
desa-desa.
Khusus di Banjarnegara, RSUD Dr Margono Soekarjo
diminta menggandeng rumah sakit milik Pemkab dan swasta untuk melayani
masyarakat secara komprehensif.
"Jadi kita dorong tidak hanya pelayanan di rumah
sakit tapi juga di desa. Masyarakat desa akan senang mereka dapat layanan
kesehatan gratis,” ucap Luthfi.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Zulfachmi Wahab
menjelaskan program Speling saat ini masih on the track dan akan terus
ditingkatkan untuk mencapai target tahun 2026. Fokus sasaran adalah
pendeteksian kanker mulut rahim, tuberkulosis, layanan kesehatan jiwa, layanan
ibu hamil, balita, dan lainnya.
"Kami tidak akan berhenti pada deteksi dini,
tetapi berlanjut untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Jawa Tengah secara
holistik," katanya.
Dalam kesempatan itu, pihaknya juga terus melakukan
pendeteksian penyakit tuberkulosis (TBC) di wilayahnya.
"TBC ini semakin cepat dideteksi dan diobati
makan akan semakin cepat memutus rantai penyebaran TBC. Speling ini sangat terkait
karena kita gabungkan kebijakan Kemenkes dan Gubernur," ujarnya.
Bupati Banjarnegara Amalia Desiana mengatakan, kegiatan Speling sangat bermanfaat untuk warga Banjarnegara, mengingat daerah tersebut masih kekurangan fasilitas kesehatan. Apalagi Speling bisa sampai ke pelosok desa. (eko/redaksi)











