- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Relokasi Korban Tanah Gerak Jangli Semarang Tunggu Lokasi dan Anggaran
Keterangan Gambar: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Sekda Sumarno saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (10/4/2026).
Semarang, infojateng.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terus melakukan berbagai upaya mencarikan solusi untuk merelokasi korban bencana tanah bergerak di Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Pihaknya masih berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot)
Semarang dan Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro baik terkait status
tanah, anggaran, hingga tempat relokasi.
“Nanti akan ditindaklanjuti agar ada status bagi
masyarakat sekitar. Kalau relokasi, dinas akan kita panggil untuk membahas detailnya,"
kata Ahmad Luthfi di Semarang, Jumat (10/4/2026).
Koordinasi dengan Kodam IV/Diponegoro tersebut juga
untuk mencari lahan yang sekiranya dapat digunakan sebagai permukiman warga.
Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah juga
akan diterjunkan untuk mengecek lahan yang sekiranya aman dan tidak jauh dari
lokasi bencana.
Berdasarkan Standard Operational Procedure (SOP) penanganan bencana, keselamatan warga
menjadi yang nomor satu. Setelah itu penyediaan hunian sementara (huntara),
kemudian baru hunian tetap (huntap). Huntara disediakan untuk menampung
sementara korban bencana sambil menunggu huntap.
"Huntap itu sudah sertifikasi by name by address
dan punya hak milik. Itu kalau sudah huntap. Kalau huntara itu kan sementara.
Nanti saya koordinasi lebih lanjut dengan walikota," tegasnya.
Sementara itu, mengenai pihak mana nanti yang akan
membangun huntap, Ahmad Luthfi menyatakan masih belum ditetapkan. Namun pada
prinsipnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan memberikan bantuan.
"Komposisi dana belum kita rapatkan, tapi minimal
saya harus koordinasi dulu dengan walikota," jelas Luthfi.
Sebelumnya, Walikota Semarang Agustina Wilujeng
Pramestuti mengatakan bahwa Pemkot Semarang tidak dapat melakukan penanganan
sepenuhnya karena status kepemilikan lahan di kawasan tersebut milik Kodam
IV/Diponegoro.
Status kepemilikan tanah tersebut membuat Pemkot
Semarang tidak dapat memberikan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Seperti diketahui, bencana tanah bergerak di Kampung
Sekip RT 007/RW 001, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang,
terjadi pada Rabu, 4 Februari 2026. Sebanyak 15 unit rumah terdampak kejadian
tersebut, empat di antaranya roboh.
Wakil Presiden Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa
Tengah Ahmad Luthfi sudah meninjau langsung lokasi kejadian pada Sabtu, 14
Februari 2026. (eko/redaksi)











