- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Sederet Program untuk Penguatan Pembangunan Keluarga di Jateng
Keterangan Gambar: Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno dalam Rakorda Bangga Kencana Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, di Gedung Grhadika Bakti Praja Semarang pada Selasa (14/4/2026).
Semarang, infojateng.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berkomitmen untuk melakukan penguatan pembangunan keluarga di wilayahnya melalui berbagai program.
Hal itu dilakukan dengan mengimplemantasikan program
prioritas nasional berupa Pembangunan
Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
Sebagai informasi, Bangga Kencana merupakan program
nasional yang meliputi, Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Sidaya
(Lansia Berdaya), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Tamasya (Taman Asuh
Sayang Anak), Super Apps.
Program Genting, diimplementasikan melalui Penguatan
Kader TPK (Tim Pendamping Keluarga), advokasi dan ngopi penak (webinar seputar
keluarga).
Program Tamasya diimplementasikan melalui
Kabupaten/kota Layak Anak, Forum Anak, SE Gubernur tentang Penyediaan Tempat
Penitipan Anak Pekerja/Buruh No. 560/0002599 Tahun 2024, sekolah ramah anak,
dan advokasi pengasuhan positif pada pengasuh daycare.
Sedangkan Program GATI didukung melalui Garpu Perak,
SE Gubernur tentang Gerakan SatuJamku,
Forum Kesetaraan dan Keadilan Gender (FKKG) dan Kampanye He For
She.
Pada program Sidaya, Pemprov Jateng memiliki terobosan
Serat Kartini (Sekolah Cerdas Perempuan Masa Kini), dan Bina Keluarga Lansia
(BKL). Sedangkan program Super Apps diwujudkan dalam aplikasi berbasis
internet.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno
mengatakan, melalui Program Bangga Kencana, ia mengajak agar masyarakat kembali
ke keluarga. Sebab, saat ini banyak anak-anak ketika menghadapi masalah justru
curhat ke artificial intelligence (AI).
“Ternyata banyak curhatnya ke temannya ke AI. Tidak ke
keluarga, tidak ke Bapak ibunya. Ini kita prihatin," ucapnya saat Rapat
Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan
Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, di
Gedung Grhadika Bakti Praja Semarang pada Selasa (14/4/2026).
Karenanya, rapat koordinasi tersebut dinilai strategis
untuk menentukan langkah dalam membangun keluarga yang kuat, sejahtera, dan
bisa menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Pada momen tersebut, Sumarno mengajak keluarga untuk
berkumpul, meletakkan gadget dan ngobrol bersama. Hal itu sangat penting
sebagai upaya membangun keluarga yang sehat.
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga
Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah Rusman Effendi mengatakan, rakor
ditujukan untuk mendorong implementasi program prioritas BKKBN, sebagai upaya
percepatan pembangunan keluarga.
"Kelima program prioritas ini memerlukan
intervensi dan dukungan penuh dari seluruh pemerintah daerah," ujarnya.
Pada acara ini, Sumarno juga menyerahkan tiga
penghargaan dalam program kependudukan dan keluarga yang diraih oleh Kota
Surakarta dan Kabupaten Temanggung. Serta satu penghargaan kepada peserta
terbaik program Tamsya, dari Kabupaten Klaten. (eko/redaksi)











