- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Jelang May Day, Polda Jateng Gelar Pelatihan Kesiapan Kontijensi
Keterangan Gambar: Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo saat memberikan arahan dalam acara Latihan Kesiapan Satuan yang digelar di Gedung Borobudur, Senin (13/4/2026).
Semarang, infojateng.id – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Polda Jawa Tengah memperkuat kesiapan personel melalui Latihan Kesiapan Satuan yang digelar di Gedung Borobudur, Senin (13/4/2026).
Bukan sekadar latihan rutin, kegiatan ini menjadi
upaya serius untuk memastikan bahwa setiap anggota polri hadir di tengah
masyarakat, khususnya para buruh yang akan menyampaikan aspirasinya, dengan
pendekatan yang humanis, profesional, dan terukur.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 372 peserta dari
berbagai fungsi operasional di tingkat Polres jajaran. Mereka terdiri dari para
Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kasat Binmas, Kasat Samapta, hingga Kasi Humas dan
Kasi Propam.
Kehadiran lintas fungsi ini menunjukkan bahwa
pengamanan aksi unjuk rasa tidak hanya bertumpu pada kekuatan fisik, tetapi
juga pada kemampuan komunikasi, negosiasi, serta pengendalian diri.
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, yang
membuka langsung kegiatan tersebut menekankan pentingnya memahami dinamika
situasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Ia menyebut, peringatan May Day tahun ini diperkirakan
akan diwarnai sejumlah isu strategis, mulai dari ketenagakerjaan, kenaikan
harga kebutuhan pokok, hingga kebijakan pemerintah lainnya.
Dalam arahannya, kapolda menegaskan bahwa kehadiran
Polri dalam aksi unjuk rasa bukan untuk membatasi, melainkan untuk memastikan
setiap aspirasi dapat disampaikan secara aman dan tertib.
Kapolda juga menekankan agar seluruh personel
mengedepankan pelayanan Professional dan humanis.
“Pastikan setiap tindakan dilakukan secara profesional
sesuai dengan eskalasi yang dihadapi serta layani dengan Humanis ” tegasnya.
Lebih jauh, Kapolda juga mendorong seluruh jajaran
untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan melalui proses assessment, guna
memastikan tidak ada celah kesalahan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Pendekatan pencegahan juga menjadi perhatian utama,
melalui penguatan strategi community policing (Polmas) serta optimalisasi
cooling system bersama elemen masyarakat.
Sinergi dengan tokoh masyarakat, buruh, pelaku usaha,
hingga komunitas lainnya dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas
keamanan wilayah.
Materi dalam pelatihan tersebut dirancang
komprehensif, mulai dari penegakan hukum terhadap potensi tindak pidana dalam
aksi anarkis, kemampuan negosiasi, teknik pengendalian massa, hingga manajemen
media dan pemenuhan hak asasi manusia.
Tak hanya itu, terdapat pula pembekalan khusus terkait
penanganan aksi yang melibatkan perempuan dan anak, sebagai bentuk kepedulian
terhadap kelompok rentan.
Menanggapi kegiatan tersebut, Kabid Humas Polda Jateng
Kombes Pol Artanto menyebut bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen
Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap personel tidak
hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan dan empati dalam
menjalankan tugasnya.
“Di tengah dinamika penyampaian aspirasi yang menjadi
bagian dari demokrasi, kehadiran Polri yang humanis menjadi harapan bersama,” kata
dia.
Melalui pelatihan ini, pihaknya memastikan setiap personel mampu bertugas secara profesional dan humanis, sehingga masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan aman dan nyaman. (eko/redaksi)











