- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Calon Pengurus KDKMP di Banjarnegara Dilatih Susun Laporan Keuangan
Keterangan Gambar: Disperindagkop UKM Banjarnegara menyelenggarakan Pelatihan Laporan Keuangan bagi calon pengurus KDKMP di Gedung PLUT Banjarnegara, Senin (13/4/2026). Dok. Diskominfo Banjarnegara
Banjarnegara, infojateng.id – Dinas
Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten
Banjarnegara menyelenggarakan Pelatihan Laporan Keuangan bagi calon pengurus
KDKMP di Gedung PLUT Banjarnegara, Senin (13/4/2026).
Kegiatan dalam upaya mendorong pengelolaan koperasi
yang professional itu, diikuti 45 peserta utusan Koperasi Desa/kelurahan Merah
Putih (KDKMP) dari berbagai wilayah di Kabupaten Banjarnegara.
Dalam
arahannya, Kepala Disperindagkop UKM Banjarnegara, Adi Cahyono Purwo Saputro, menggarisbawahi
pentingnya profesionalisme dalam mengelola Koperasi Merah Putih.
Menurut dia, pengurus harus mampu bekerja tertib,
transparan, dan bertanggung jawab dalam setiap pengelolaan keuangan.
“Siapapun
yang nanti jadi pengurus, jadilah pengurus yang profesional dan dapat
diandalkan. Profesional itu artinya bekerja dengan disiplin, jujur dalam
pencatatan, serta mampu mempertanggungjawabkan setiap rupiah yang dikelola,”
kata Adi usai membuka pelatihan.
Ia
juga berpesan kepada semua peserta untuk tidak ragu berbuat baik dan memulai
langkah kecil dalam membangun koperasi.
“Jangan
takut ‘nandur’. Apa yang kita kerjakan hari ini, nanti ada kebaikan di masa
depan. Jangan takut berbuat baik tapi tidak ada yang membalas. Yakinlah kalau
sekarang kita berjuang, bisa jadi anak cucu kita yang kelak menikmati,” pesannya.
Lebih
dari itu, ia juga mengajak peserta untuk selalu optimistis. Menurutnya, peluang
besar sangat terbuka bagi koperasi di tingkat desa, karena keberadaan koperasi
memiliki pasar yang luas jika dikelola dengan baik.
“Toko
modern seperti Alfamart dan Indomaret saja yang diatur jaraknya, tetap eksis
dan jarang yang tutup. Apalagi Koperasi Merah Putih yang berbasis desa, dengan
wilayah puluhan kilometer, pangsa pasarnya sangat besar,” jelasnya.
Pelatihan
yang didominasi kaum muda ini. Peserta berjumlah 135 orang, yang terbagi
menjadi 3 batch, masing-masing 45 peserta, dengan materi teori dan praktik
penyusunan laporan keuangan sederhana hingga aplikatif. Kegiatan berlangsung
pada 13, 14, 15, 20, dan 21 April 2026.
Salah
seorang narasumber pelatihan, Sri Wijayanti Natalia Ningrum, menyampaikan
pentingnya kemampuan dasar akuntansi bagi pengurus Koperasi Merah Putih,
khususnya bendahara.
“Saudara
sebagai pengurus koperasi harus bisa menyusun laporan keuangan, baik sederhana
maupun komprehensif, untuk kebutuhan internal maupun eksternal. Apalagi
bendahara yang memegang keuangan harus paham betul agar tidak mudah dibohongi,”
kata Natalia.
Ia
menambahkan, fungsi akuntansi tidak hanya untuk mencatat, tetapi juga sebagai
alat pengambilan keputusan.
“Akuntansi
berfungsi mencatat informasi keuangan dan menghitung keuntungan usaha, sehingga
koperasi bisa berkembang secara sehat,” ujarnya.
Salah
seorang peserta, Anggit dari Desa Panggisari, mengaku senang mengikuti
pelatihan tersebut.
“Saya
jadi lebih paham cara membuat laporan keuangan yang benar. Ini sangat
bermanfaat, apalagi untuk kami yang nantinya akan mengelola koperasi di desa,”
ungkapnya.
Disperindagkop
UKM berharap para calon pengurus KDKMP mampu mengelola keuangan secara lebih
profesional, sehingga koperasi dapat berkembang dan memberi manfaat nyata bagi
masyarakat. (eko/redaksi)











