- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Stop Hoaks! Masyarakat Diajak Cek Fakta di Era Informasi Digital

Keterangan Gambar : Seminar Nasional bertema “Wonosobo Melawan Hoaks: Penguatan Literasi Digital dan Ketahanan Informasi Masyarakat” di Aula Kampus 2 Unsiq, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (25/4/2026).
Wonosobo, infojateng.id - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengingatkan bahaya disinformasi yang kian masif di era digital. Ia mengajak masyarakat lebih kritis dan jeli menyaring informasi agar hoaks tidak merusak persatuan dan menghambat pembangunan.
Ahmad Luthfi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk
meningkatkan kewaspadaan terhadap arus informasi digital yang berkembang sangat
cepat. Menurutnya, kemudahan akses informasi saat ini tidak hanya membawa
manfaat, tetapi juga membuka peluang besar bagi penyebaran hoaks.
Hal itu disampaikan Luthfi saat membuka Seminar
Nasional bertema “Wonosobo Melawan Hoaks: Penguatan Literasi Digital dan
Ketahanan Informasi Masyarakat” di Aula Kampus 2 Universitas Sains Al Quran
(Unsiq), Kabupaten Wonosobo, Sabtu (25/4/2026).
Baca Lainnya :
- Sekda Sumarno Minta Pemerintah Pusat Perbanyak Event Nasional di Jateng0
- Gubernur Jateng Ingin Dongkrak Produksi Susu Lewat Kontes Sapi Perah 0
- SMAN 2 Cilacap Raih Medali Perak JNSF Tahun 20260
- Kekosongan 300 Perangkat Desa di Batang Tunggu Regulasi Pusat untuk Rekrutmen 0
- Dracik Kampus Disiapkan Jadi Ikon Baru Kota Batang0
“Kita harus menciptakan informasi yang sehat. Jangan
sampai ada disinformasi yang menyebabkan perpecahan. Berikan edukasi yang
membangun, bukan yang memecah persatuan,” kata Ahmad Luthfi.
Ia menegaskan, hoaks bukan sekadar informasi yang
keliru, melainkan ancaman serius bagi stabilitas sosial, kepercayaan publik,
dan keutuhan bangsa. Karena itu, upaya melawan hoaks harus dilakukan secara
kolektif dengan melibatkan pemerintah, akademisi, media, komunitas digital,
serta masyarakat luas.
“Memerangi hoaks ini tidak mudah. Kita harus melakukan
cek, recheck, dan final check sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi.
Tidak bisa sembarangan dalam menerima informasi,” ujarnya.
Dalam forum yang diikuti pelajar, mahasiswa, pengemudi
ojek online, relawan, hingga berbagai komunitas tersebut, Ahmad Luthfi juga
menekankan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan daerah.
Ia menyebut, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan
menjadi kunci agar pembangunan berjalan optimal, terutama di tengah kondisi
global yang fluktuatif.
Menurutnya, konsep aglomerasi wilayah dapat menjadi
kekuatan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara
berkelanjutan.
Selain itu, Luthfi menyoroti pentingnya tata kelola
pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Ia meminta seluruh jajaran
pemerintah, termasuk kepala daerah, untuk menerapkan prinsip good and clear
governance serta mengedepankan pelayanan publik.
“Birokrasi harus melayani. ASN dan pejabat publik
adalah pelayan masyarakat. Jangan ada yang ditutup-tutupi, harus transparan.
Dan jangan alergi terhadap kritik, jadikan itu sebagai pemacu untuk memberikan
pelayanan yang lebih baik,” tegasnya. (eko/redaksi)











