- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Temanggung Perkuat Antisipasi Dampak Iklim terhadap Komoditas Kopi dan Cengkeh

Keterangan Gambar : Pemkab Temanggung melalui DKPPP terus melakukan langkah antisipatif dan penanganan menyusul adanya tekanan pada sektor perkebunan, khususnya komoditas kopi dan cengkeh. Dok. Jatengprov.go.id
Temanggung, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) terus melakukan langkah antisipatif dan penanganan menyusul adanya tekanan pada sektor perkebunan, khususnya komoditas kopi dan cengkeh.
Kepala Bidang
Perkebunan dan Hortikultura DKPPP Kabupaten Temanggung, Sumarno, menyampaikan,
produksi kopi pada 2026 diperkirakan mengalami penurunan akibat pengaruh
kondisi iklim pada tahun sebelumnya.
“Fenomena kemarau basah
saat fase pembungaan menyebabkan banyak bunga kopi rontok. Dampaknya, produksi
tahun ini diperkirakan turun sekitar 15–20 persen dari capaian tahun lalu yang
mencapai 9.600 ton,” terang Sumarno, baru-baru ini.
Baca Lainnya :
- Persebi Boyolali Lolos ke Putaran Liga 4 Nasional, Targetkan Naik Kasta Liga 30
- Dampingi Selvi Gibran Pada Puncak Peringatan Hari Kartini di Rembang, Ini Kata Nawal Yasin0
- Pengusaha Perempuan Batang Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Usaha Kuliner0
- Dinkes Batang Dorong Deteksi Dini Lewat Skrining Kesehatan0
- Batang Perkuat Komitmen Dukung Pelestarian Perhutanan Sosial dan Pengembangan Ekraf0
Selain kopi, komoditas
cengkeh juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Saat ini, tanaman cengkeh di
Temanggung menghadapi serangan penyakit Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC)
yang berpotensi menurunkan produktivitas.
Menurut Sumarno,
penyakit tersebut menyerang jaringan pembuluh tanaman hingga menyebabkan kematian
pohon secara bertahap.
“Ini menjadi kendala
utama di lapangan, karena banyak tanaman mati akibat serangan dari dalam
batang,” jelasnya.
Berdasarkan data
statistik perkebunan, luas lahan cengkeh di Temanggung tercatat mencapai 208,53
hektare dengan produksi 56,72 ton. Namun demikian, angka tersebut berpotensi
menurun apabila penyebaran penyakit tidak segera dikendalikan. Untuk wilayah
utara, luas lahan cengkeh aktif diperkirakan sekitar 25 hektare.
Pemerintah Kabupaten
Temanggung melalui DKPPP terus mendorong berbagai upaya penanganan, di
antaranya rehabilitasi lahan melalui penanaman ulang, pengendalian penyakit
dengan metode ramah lingkungan, serta pemangkasan tanaman yang terinfeksi.
Selain itu, petani juga
didorong untuk melakukan diversifikasi tanaman guna menjaga stabilitas
pendapatan.
Pemerintah berharap
langkah-langkah tersebut mampu menjaga keberlanjutan sektor perkebunan
sekaligus melindungi kesejahteraan petani di tengah tantangan perubahan iklim
global dan serangan penyakit. (eko/redaksi)











