- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Ziarah Makam Bupati Pertama Warnai Peringatan HUT Ke-60 Batang
Keterangan Gambar: Bupati Batang M. Faiz Kurniawan melakukan ziarah ke makam bupati pertama, Kanjeng Pangeran Adipati Kyai Raden Mandurorejo, di Makam Mandurorejo, Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Senin (6/4/2026). Dok. Diskominfo Batang
Batang, infojateng.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang memulai rangkaian Peringatan HUT Ke-60 dengan menggelar ziarah ke makam bupati pertama Batang, Kanjeng Pangeran Adipati Kyai Raden Mandurorejo, di Makam Mandurorejo, Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Senin (6/4/2026).
Bupati
Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan, ziarah tersebut menjadi tradisi penting
sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus pijakan awal dalam
menyelenggarakan berbagai agenda peringatan hari jadi.
“Ini
menjadi momentum penting, bahwa dalam memulai suatu kegiatan, pijakan utamanya
adalah akar sejarah dan meminta restu kepada para leluhur yang telah berjasa
membangun peradaban di Batang,” jelas bupati.
Dijelaskan
dia, sosok Kanjeng Pangeran Adipati Kyai Raden Mandurorejo memiliki keteladanan
dalam hal kegigihan, kesabaran, serta semangat perjuangan yang tinggi di tengah
berbagai keterbatasan pada masanya.
“Teladan
yang bisa diambil adalah kegigihan, kesabaran, dan etos perjuangan yang luar
biasa. Dengan segala keterbatasan saat itu, beliau mampu membangun fondasi
Batang hingga seperti sekarang,” terangnya.
Faiz
berharap, peringatan HUT Ke-60 ini dapat menjadi momentum untuk mendorong
kemajuan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Harapannya
ini menjadi lompatan bagi Batang untuk memiliki quality of life yang semakin
baik,” harapnya.
Selain
itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga tradisi ziarah sebagai
bentuk penghormatan kepada para pendahulu. Awal dari setiap cita-cita adalah
pijakannya para leluhur. Tradisi ini harus terus dijaga dan tidak boleh
terputus.
Sementara
itu, penjaga makam, Gufron menyampaikan bahwa makam Kanjeng Pangeran Adipati
Kyai Raden Mandurorejo tidak selalu ramai dikunjungi peziarah umum.
“Biasanya
yang datang ke sini peziarah khusus yang punya hajat. Kalau masyarakat umum
lebih sering ke makam Ki Ageng Asy’ari,” ungkapnya.
Ia juga
mengungkapkan, berdasarkan cerita yang diterima secara turun-temurun, tokoh
tersebut dikenal sebagai adipati dari Mataram sekaligus bupati pertama di
wilayah Pekalongan dan Batang.
Menurut
Gufron, kunjungan dari pejabat daerah biasanya dilakukan pada momen tertentu,
seperti peringatan hari jadi Kabupaten Batang dan Pekalongan.
“Kalau
dari pemerintah, biasanya hanya saat hari jadi Batang di bulan April dan
Pekalongan di bulan Agustus,” ujarnya.
Ziarah ini
menjadi pembuka rangkaian kegiatan HUT Ke-60 Kabupaten Batang yang akan diisi
dengan berbagai agenda, mulai dari kegiatan budaya hingga hiburan masyarakat. (eko/redaksi)











